<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>FAMILY ALTAR -  GIDEON</title>
	<atom:link href="http://soniafide.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://soniafide.wordpress.com</link>
	<description>Kesatuan Hati, Tumbuh Bersama, Memenangkan Jiwa</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Feb 2011 05:10:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='soniafide.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>FAMILY ALTAR -  GIDEON</title>
		<link>http://soniafide.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://soniafide.wordpress.com/osd.xml" title="FAMILY ALTAR -  GIDEON" />
	<atom:link rel='hub' href='http://soniafide.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kesaksian Sari Simorangkir</title>
		<link>http://soniafide.wordpress.com/2011/02/24/kesaksian-sari-simorangkir/</link>
		<comments>http://soniafide.wordpress.com/2011/02/24/kesaksian-sari-simorangkir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 05:10:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soniafide</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[gereja]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soniafide.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Memulai pelayanan sejak tahun 1992, saat itu tergabung dengan Voice of Galilea dari Galilea Ministry, dan saya bertemu dengan teman-teman dari Voice of Generation kami akrab satu dengan yang lain meskipun tidak satu Gereja local dengan mereka. Tetapi kami berteman dalam pelayanan dan semua teman-teman saya sepenuh waktu dalam melayani Tuhan. Karena pertemuan-pertemuan itulah kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=172&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://soniafide.files.wordpress.com/2011/02/sari-simorangkir.jpeg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-173" title="sari simorangkir" src="http://soniafide.files.wordpress.com/2011/02/sari-simorangkir.jpeg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Memulai  pelayanan sejak tahun 1992, saat itu tergabung dengan Voice of Galilea  dari Galilea Ministry, dan saya bertemu dengan teman-teman dari Voice of  Generation kami akrab satu dengan yang lain meskipun tidak satu Gereja  local dengan mereka. Tetapi kami berteman dalam pelayanan dan semua  teman-teman saya sepenuh waktu dalam melayani Tuhan. Karena  pertemuan-pertemuan itulah kami juga membentuk dan melayani bersama  tergabung dalam satu grup yaitu True Worshipper.</p>
<p>Sampai  sekarang ini saya sudah mengeluarkan 5 album single, hampir semua lagu  yang saya bawakan merupakan ciptaan saya sendiri dan ada pula beberapa  lagu dari teman-teman sepelayanan. Suka-duka dalam pelayanan pun juga  mewarnai kehidupan pelayanan saya, tetapi justru yang saya rasakan jauh  lebih banyak sukanya dari pada dukanya. Dari hari ke hari musik dalam  pelayanan saya pun juga harus mengikuti perkembangannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengaruh Musik</p>
<p>Beberapa  tahun lalu banyak musik yang saya tekuni, dengan perkembangan musik ini  pula saya harus banyak belajar. Bahkan pernah mengikuti perkembangan  waktu tetapi malah berbuahkan “gunjingan” sebab musik yang saya bawakan  saat itu beraliran R n B (Rock and Blues). Dan sempat ada seorang yang  mengomentari “musik apa itu ?, koq nggak bisa dinikmati” bahkan ada pula  yang mengatakan bahwa musik kami dari aliran sesat. Tetapi itu tidak  membuat kami patah semangat, tetapi justru kami dituntut untuk lebih  baik. Duka dalam pelayanan yang sekarang ini adalah masalah waktu, tidak  jarang acara di sekuler dan di Gereja ada perbedaan, jika waktu untuk  di Gereja kadangkala ada kemungkinan molor dan terlambat inilah yang  kadangkala tidak disadari bahwa menuggu sesuatu yang tidak enak, beda  dengan di sekuler, mereka selalu tepat waktu dalam mengadakan acara.  Jadi ini adalah suka-duka dalam pelayanan, tetapi lebih banyak sukanya  dari pada dukanya. (js-tb/164)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soniafide.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soniafide.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soniafide.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soniafide.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soniafide.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soniafide.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soniafide.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soniafide.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soniafide.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soniafide.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soniafide.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soniafide.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soniafide.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soniafide.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=172&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soniafide.wordpress.com/2011/02/24/kesaksian-sari-simorangkir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72e51abc90d01704c10ce31768f1a7ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soniafide</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soniafide.files.wordpress.com/2011/02/sari-simorangkir.jpeg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sari simorangkir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesaksian Pongky “Jikustik” Barata</title>
		<link>http://soniafide.wordpress.com/2011/02/24/kesaksian-pongky-%e2%80%9cjikustik%e2%80%9d-barata/</link>
		<comments>http://soniafide.wordpress.com/2011/02/24/kesaksian-pongky-%e2%80%9cjikustik%e2%80%9d-barata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 05:02:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soniafide</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[gereja]]></category>
		<category><![CDATA[kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soniafide.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Cukup 3 Menit dan Kuberikan Hatiku kepada Tuhan Pertamakali masuk ke Gereja Bethany Indonesia – Nginden ya pada tanggal 18 Mei 2007. Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bisa hadir ditengah-tengah jemaat Gereja Bethany Indonesia – Nginden. Pertamakali saat saya masuk ke area Gereja ini saya hanya bisa berdecak kagum, setelah masuk dan melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=167&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://soniafide.files.wordpress.com/2011/02/pongky.jpeg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-170" title="pongky" src="http://soniafide.files.wordpress.com/2011/02/pongky.jpeg?w=132&#038;h=150" alt="" width="132" height="150" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Cukup 3 Menit dan Kuberikan Hatiku kepada Tuhan</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pertamakali  masuk ke Gereja Bethany Indonesia – Nginden ya pada tanggal 18 Mei  2007. Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bisa hadir  ditengah-tengah jemaat Gereja Bethany Indonesia – Nginden. Pertamakali  saat saya masuk ke area Gereja ini saya hanya bisa berdecak kagum,  setelah masuk dan melihat sendiri sarana yang ada didalam area Gereja  Bethany Indonesia ini sungguh ini semakin membuat saya penasaran. Gedung  gerejanya tersendiri dengan fasilitas hotel dan restoran yang semuanya  ada didalam satu area. Apalagi saat saya masuk didalam gedung ibadahnya,  sungguh tidak kalah dengan fasilitas konser.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-167"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Double Blessing</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 2003 saya menikah dengan isteri saya Sofie, pada saat saya  menikah saya diberkati oleh Pastur dan Pendeta. Karena saya dari  Katholik dan Sofie isteri saya dari Kristen. Tetapi kami memiliki cara  unik, menikah di Gereja Katholik tetapi Firman Tuhan disampaikan oleh  Pendeta dari Kristen dari Gereja isteri saya. Dan saat saya menikah ada  pembagian tugas pelayanan, pelayanan upacara pernikahan oleh Pastur dan  Firman Tuhan disampaikan oleh Pendeta, tetapi pada saat pemberkatan  berlangsung, kami diberkati oleh Pastur dan Pendeta, inilah berkat ganda  yang saya peroleh pada saat pernikahan. Tidak hanya itu, tetapi koor  yang mengisi acara pemberkatan pernikahan kamipun juga dari dua Gereja.  Ini adalah keunikan dari pemberkatan pernikahan saya. Sekarang saya  telah dikarunia dengan satu anak, dan sekarang isteri saya sedang hamil  anak kedua.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Memulai Pelayanan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mengenal pelayanan sejak dari kecil, mengikuti putra altar. Tetapi  setelah saya menikah saya sering diundang oleh Pdt. Andi Pangabean, dari  Gereja Rasuli Berkat. Karena kami sama-sama hobi di musik maka  seringkali saya diundang di gerejanya sebagai jemaat biasa. Disaat  beribadah saya mendengarkan Pdt. Andi Pangabean menyanyikan sebuah lagu  “Sampai Memutih Rambutku”, menikmati lagu ini membuat hati saya menjadi  kangen dan ingin kembali lagi beribadah disana. Saya ingin tahu siapa  yang menulis lagu ini ? ini membuat saya semakin cinta kepada Tuhan  Yesus. Sampai akhirnya saya tahu siapa yang menuliskan lagu ini, dia  adalah sahabat saya Bobby One Way.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah sekian lama saya merasakan bahwa Tuhan Yesus sedang panggil  saya, juga melalui musik juga, saat ibadah saya berkata dalam hati “saya  ingin memainkan gitar di Gereja ini karena tidak ada pemain gitarnya”.  Dan itu pula yang Tuhan Yesus berikan kepada saya, setelah selesai  ibadah Pdt. Andi Pangabean menawarkan kepada saya untuk bermain gitar di  Gerejanya minggu depan. Dengan cepat saya membalasnya “ya”, tanpa pikir  panjang lagi. Saya melayani Tuhan dengan cara Tuhan Yesus panggil saya  melalui musik.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan Yesus memiliki rencana didalam kehidupan saya, kalau saya dulu  bekerja untuk mendapatkan duit, dengan pelayanan sekarang ini saya  justru merasakan bahwa berkat yang mengejar saya. Bukan saya yang kejar  berkat, inilah yang Tuhan Yesus sediakan bagi kita yang mengasihi DIA.  (js-tb/164)</p>
<p>&lt;p☋</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Cukup 3 Menit dan Kuberikan Hatiku kepada Tuhan</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pertamakali  masuk ke Gereja Bethany Indonesia – Nginden ya pada tanggal 18 Mei  2007. Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bisa hadir  ditengah-tengah jemaat Gereja Bethany Indonesia – Nginden. Pertamakali  saat saya masuk ke area Gereja ini saya hanya bisa berdecak kagum,  setelah masuk dan melihat sendiri sarana yang ada didalam area Gereja  Bethany Indonesia ini sungguh ini semakin membuat saya penasaran. Gedung  gerejanya tersendiri dengan fasilitas hotel dan restoran yang semuanya  ada didalam satu area. Apalagi saat saya masuk didalam gedung ibadahnya,  sungguh tidak kalah dengan fasilitas konser.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Double Blessing</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 2003 saya menikah dengan isteri saya Sofie, pada saat saya  menikah saya diberkati oleh Pastur dan Pendeta. Karena saya dari  Katholik dan Sofie isteri saya dari Kristen. Tetapi kami memiliki cara  unik, menikah di Gereja Katholik tetapi Firman Tuhan disampaikan oleh  Pendeta dari Kristen dari Gereja isteri saya. Dan saat saya menikah ada  pembagian tugas pelayanan, pelayanan upacara pernikahan oleh Pastur dan  Firman Tuhan disampaikan oleh Pendeta, tetapi pada saat pemberkatan  berlangsung, kami diberkati oleh Pastur dan Pendeta, inilah berkat ganda  yang saya peroleh pada saat pernikahan. Tidak hanya itu, tetapi koor  yang mengisi acara pemberkatan pernikahan kamipun juga dari dua Gereja.  Ini adalah keunikan dari pemberkatan pernikahan saya. Sekarang saya  telah dikarunia dengan satu anak, dan sekarang isteri saya sedang hamil  anak kedua.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Memulai Pelayanan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mengenal pelayanan sejak dari kecil, mengikuti putra altar. Tetapi  setelah saya menikah saya sering diundang oleh Pdt. Andi Pangabean, dari  Gereja Rasuli Berkat. Karena kami sama-sama hobi di musik maka  seringkali saya diundang di gerejanya sebagai jemaat biasa. Disaat  beribadah saya mendengarkan Pdt. Andi Pangabean menyanyikan sebuah lagu  “Sampai Memutih Rambutku”, menikmati lagu ini membuat hati saya menjadi  kangen dan ingin kembali lagi beribadah disana. Saya ingin tahu siapa  yang menulis lagu ini ? ini membuat saya semakin cinta kepada Tuhan  Yesus. Sampai akhirnya saya tahu siapa yang menuliskan lagu ini, dia  adalah sahabat saya Bobby One Way.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah sekian lama saya merasakan bahwa Tuhan Yesus sedang panggil  saya, juga melalui musik juga, saat ibadah saya berkata dalam hati “saya  ingin memainkan gitar di Gereja ini karena tidak ada pemain gitarnya”.  Dan itu pula yang Tuhan Yesus berikan kepada saya, setelah selesai  ibadah Pdt. Andi Pangabean menawarkan kepada saya untuk bermain gitar di  Gerejanya minggu depan. Dengan cepat saya membalasnya “ya”, tanpa pikir  panjang lagi. Saya melayani Tuhan dengan cara Tuhan Yesus panggil saya  melalui musik.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan Yesus memiliki rencana didalam kehidupan saya, kalau saya dulu  bekerja untuk mendapatkan duit, dengan pelayanan sekarang ini saya  justru merasakan bahwa berkat yang mengejar saya. Bukan saya yang kejar  berkat, inilah yang Tuhan Yesus sediakan bagi kita yang mengasihi DIA.  (js-tb/164)</p>
<p>&lt;p ☋</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Cukup 3 Menit dan Kuberikan Hatiku kepada Tuhan</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pertamakali  masuk ke Gereja Bethany Indonesia – Nginden ya pada tanggal 18 Mei  2007. Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bisa hadir  ditengah-tengah jemaat Gereja Bethany Indonesia – Nginden. Pertamakali  saat saya masuk ke area Gereja ini saya hanya bisa berdecak kagum,  setelah masuk dan melihat sendiri sarana yang ada didalam area Gereja  Bethany Indonesia ini sungguh ini semakin membuat saya penasaran. Gedung  gerejanya tersendiri dengan fasilitas hotel dan restoran yang semuanya  ada didalam satu area. Apalagi saat saya masuk didalam gedung ibadahnya,  sungguh tidak kalah dengan fasilitas konser.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Double Blessing</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 2003 saya menikah dengan isteri saya Sofie, pada saat saya  menikah saya diberkati oleh Pastur dan Pendeta. Karena saya dari  Katholik dan Sofie isteri saya dari Kristen. Tetapi kami memiliki cara  unik, menikah di Gereja Katholik tetapi Firman Tuhan disampaikan oleh  Pendeta dari Kristen dari Gereja isteri saya. Dan saat saya menikah ada  pembagian tugas pelayanan, pelayanan upacara pernikahan oleh Pastur dan  Firman Tuhan disampaikan oleh Pendeta, tetapi pada saat pemberkatan  berlangsung, kami diberkati oleh Pastur dan Pendeta, inilah berkat ganda  yang saya peroleh pada saat pernikahan. Tidak hanya itu, tetapi koor  yang mengisi acara pemberkatan pernikahan kamipun juga dari dua Gereja.  Ini adalah keunikan dari pemberkatan pernikahan saya. Sekarang saya  telah dikarunia dengan satu anak, dan sekarang isteri saya sedang hamil  anak kedua.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Memulai Pelayanan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mengenal pelayanan sejak dari kecil, mengikuti putra altar. Tetapi  setelah saya menikah saya sering diundang oleh Pdt. Andi Pangabean, dari  Gereja Rasuli Berkat. Karena kami sama-sama hobi di musik maka  seringkali saya diundang di gerejanya sebagai jemaat biasa. Disaat  beribadah saya mendengarkan Pdt. Andi Pangabean menyanyikan sebuah lagu  “Sampai Memutih Rambutku”, menikmati lagu ini membuat hati saya menjadi  kangen dan ingin kembali lagi beribadah disana. Saya ingin tahu siapa  yang menulis lagu ini ? ini membuat saya semakin cinta kepada Tuhan  Yesus. Sampai akhirnya saya tahu siapa yang menuliskan lagu ini, dia  adalah sahabat saya Bobby One Way.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah sekian lama saya merasakan bahwa Tuhan Yesus sedang panggil  saya, juga melalui musik juga, saat ibadah saya berkata dalam hati “saya  ingin memainkan gitar di Gereja ini karena tidak ada pemain gitarnya”.  Dan itu pula yang Tuhan Yesus berikan kepada saya, setelah selesai  ibadah Pdt. Andi Pangabean menawarkan kepada saya untuk bermain gitar di  Gerejanya minggu depan. Dengan cepat saya membalasnya “ya”, tanpa pikir  panjang lagi. Saya melayani Tuhan dengan cara Tuhan Yesus panggil saya  melalui musik.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan Yesus memiliki rencana didalam kehidupan saya, kalau saya dulu  bekerja untuk mendapatkan duit, dengan pelayanan sekarang ini saya  justru merasakan bahwa berkat yang mengejar saya. Bukan saya yang kejar  berkat, inilah yang Tuhan Yesus sediakan bagi kita yang mengasihi DIA.  (js-tb/164)</p>
<p>&lt;p s☋</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Cukup 3 Menit dan Kuberikan Hatiku kepada Tuhan</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pertamakali  masuk ke Gereja Bethany Indonesia – Nginden ya pada tanggal 18 Mei  2007. Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bisa hadir  ditengah-tengah jemaat Gereja Bethany Indonesia – Nginden. Pertamakali  saat saya masuk ke area Gereja ini saya hanya bisa berdecak kagum,  setelah masuk dan melihat sendiri sarana yang ada didalam area Gereja  Bethany Indonesia ini sungguh ini semakin membuat saya penasaran. Gedung  gerejanya tersendiri dengan fasilitas hotel dan restoran yang semuanya  ada didalam satu area. Apalagi saat saya masuk didalam gedung ibadahnya,  sungguh tidak kalah dengan fasilitas konser.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Double Blessing</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 2003 saya menikah dengan isteri saya Sofie, pada saat saya  menikah saya diberkati oleh Pastur dan Pendeta. Karena saya dari  Katholik dan Sofie isteri saya dari Kristen. Tetapi kami memiliki cara  unik, menikah di Gereja Katholik tetapi Firman Tuhan disampaikan oleh  Pendeta dari Kristen dari Gereja isteri saya. Dan saat saya menikah ada  pembagian tugas pelayanan, pelayanan upacara pernikahan oleh Pastur dan  Firman Tuhan disampaikan oleh Pendeta, tetapi pada saat pemberkatan  berlangsung, kami diberkati oleh Pastur dan Pendeta, inilah berkat ganda  yang saya peroleh pada saat pernikahan. Tidak hanya itu, tetapi koor  yang mengisi acara pemberkatan pernikahan kamipun juga dari dua Gereja.  Ini adalah keunikan dari pemberkatan pernikahan saya. Sekarang saya  telah dikarunia dengan satu anak, dan sekarang isteri saya sedang hamil  anak kedua.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Memulai Pelayanan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mengenal pelayanan sejak dari kecil, mengikuti putra altar. Tetapi  setelah saya menikah saya sering diundang oleh Pdt. Andi Pangabean, dari  Gereja Rasuli Berkat. Karena kami sama-sama hobi di musik maka  seringkali saya diundang di gerejanya sebagai jemaat biasa. Disaat  beribadah saya mendengarkan Pdt. Andi Pangabean menyanyikan sebuah lagu  “Sampai Memutih Rambutku”, menikmati lagu ini membuat hati saya menjadi  kangen dan ingin kembali lagi beribadah disana. Saya ingin tahu siapa  yang menulis lagu ini ? ini membuat saya semakin cinta kepada Tuhan  Yesus. Sampai akhirnya saya tahu siapa yang menuliskan lagu ini, dia  adalah sahabat saya Bobby One Way.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah sekian lama saya merasakan bahwa Tuhan Yesus sedang panggil  saya, juga melalui musik juga, saat ibadah saya berkata dalam hati “saya  ingin memainkan gitar di Gereja ini karena tidak ada pemain gitarnya”.  Dan itu pula yang Tuhan Yesus berikan kepada saya, setelah selesai  ibadah Pdt. Andi Pangabean menawarkan kepada saya untuk bermain gitar di  Gerejanya minggu depan. Dengan cepat saya membalasnya “ya”, tanpa pikir  panjang lagi. Saya melayani Tuhan dengan cara Tuhan Yesus panggil saya  melalui musik.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan Yesus memiliki rencana didalam kehidupan saya, kalau saya dulu  bekerja untuk mendapatkan duit, dengan pelayanan sekarang ini saya  justru merasakan bahwa berkat yang mengejar saya. Bukan saya yang kejar  berkat, inilah yang Tuhan Yesus sediakan bagi kita yang mengasihi DIA.  (js-tb/164)</p>
<p>&lt;p ☋</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Cukup 3 Menit dan Kuberikan Hatiku kepada Tuhan</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pertamakali  masuk ke Gereja Bethany Indonesia – Nginden ya pada tanggal 18 Mei  2007. Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bisa hadir  ditengah-tengah jemaat Gereja Bethany Indonesia – Nginden. Pertamakali  saat saya masuk ke area Gereja ini saya hanya bisa berdecak kagum,  setelah masuk dan melihat sendiri sarana yang ada didalam area Gereja  Bethany Indonesia ini sungguh ini semakin membuat saya penasaran. Gedung  gerejanya tersendiri dengan fasilitas hotel dan restoran yang semuanya  ada didalam satu area. Apalagi saat saya masuk didalam gedung ibadahnya,  sungguh tidak kalah dengan fasilitas konser.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Double Blessing</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 2003 saya menikah dengan isteri saya Sofie, pada saat saya  menikah saya diberkati oleh Pastur dan Pendeta. Karena saya dari  Katholik dan Sofie isteri saya dari Kristen. Tetapi kami memiliki cara  unik, menikah di Gereja Katholik tetapi Firman Tuhan disampaikan oleh  Pendeta dari Kristen dari Gereja isteri saya. Dan saat saya menikah ada  pembagian tugas pelayanan, pelayanan upacara pernikahan oleh Pastur dan  Firman Tuhan disampaikan oleh Pendeta, tetapi pada saat pemberkatan  berlangsung, kami diberkati oleh Pastur dan Pendeta, inilah berkat ganda  yang saya peroleh pada saat pernikahan. Tidak hanya itu, tetapi koor  yang mengisi acara pemberkatan pernikahan kamipun juga dari dua Gereja.  Ini adalah keunikan dari pemberkatan pernikahan saya. Sekarang saya  telah dikarunia dengan satu anak, dan sekarang isteri saya sedang hamil  anak kedua.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Memulai Pelayanan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mengenal pelayanan sejak dari kecil, mengikuti putra altar. Tetapi  setelah saya menikah saya sering diundang oleh Pdt. Andi Pangabean, dari  Gereja Rasuli Berkat. Karena kami sama-sama hobi di musik maka  seringkali saya diundang di gerejanya sebagai jemaat biasa. Disaat  beribadah saya mendengarkan Pdt. Andi Pangabean menyanyikan sebuah lagu  “Sampai Memutih Rambutku”, menikmati lagu ini membuat hati saya menjadi  kangen dan ingin kembali lagi beribadah disana. Saya ingin tahu siapa  yang menulis lagu ini ? ini membuat saya semakin cinta kepada Tuhan  Yesus. Sampai akhirnya saya tahu siapa yang menuliskan lagu ini, dia  adalah sahabat saya Bobby One Way.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah sekian lama saya merasakan bahwa Tuhan Yesus sedang panggil  saya, juga melalui musik juga, saat ibadah saya berkata dalam hati “saya  ingin memainkan gitar di Gereja ini karena tidak ada pemain gitarnya”.  Dan itu pula yang Tuhan Yesus berikan kepada saya, setelah selesai  ibadah Pdt. Andi Pangabean menawarkan kepada saya untuk bermain gitar di  Gerejanya minggu depan. Dengan cepat saya membalasnya “ya”, tanpa pikir  panjang lagi. Saya melayani Tuhan dengan cara Tuhan Yesus panggil saya  melalui musik.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan Yesus memiliki rencana didalam kehidupan saya, kalau saya dulu  bekerja untuk mendapatkan duit, dengan pelayanan sekarang ini saya  justru merasakan bahwa berkat yang mengejar saya. Bukan saya yang kejar  berkat, inilah yang Tuhan Yesus sediakan bagi kita yang mengasihi DIA.  (js-tb/164)</p>
<p>&lt;p style=&#8221;text-align: justify;&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soniafide.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soniafide.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soniafide.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soniafide.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soniafide.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soniafide.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soniafide.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soniafide.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soniafide.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soniafide.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soniafide.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soniafide.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soniafide.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soniafide.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=167&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soniafide.wordpress.com/2011/02/24/kesaksian-pongky-%e2%80%9cjikustik%e2%80%9d-barata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72e51abc90d01704c10ce31768f1a7ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soniafide</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soniafide.files.wordpress.com/2011/02/pongky.jpeg?w=132" medium="image">
			<media:title type="html">pongky</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IBADAH FAMILY ALTAR &#8220;GIDEON&#8221;</title>
		<link>http://soniafide.wordpress.com/2010/08/13/ibadah-familr-altar-gideon/</link>
		<comments>http://soniafide.wordpress.com/2010/08/13/ibadah-familr-altar-gideon/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 05:15:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soniafide</dc:creator>
				<category><![CDATA[FA GIDEON]]></category>
		<category><![CDATA[Family Altar]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soniafide.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Kel. Tangkilisan- Siaman Rabu, 11 Agustus 2010<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=155&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kel. Tangkilisan- Siaman</p>
<p>Rabu, 11 Agustus 2010</p>
<p><a href="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/08/img_3083.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-156" title="IMG_3083" src="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/08/img_3083.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p><a href="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/08/img_3084.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-157" title="IMG_3084" src="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/08/img_3084.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p><a href="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/08/img_3085.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-158" title="IMG_3085" src="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/08/img_3085.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p><a href="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/08/img_3088.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-159" title="IMG_3088" src="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/08/img_3088.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p><a href="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/08/img_3092.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-160" title="IMG_3092" src="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/08/img_3092.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p><a href="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/08/img_3094.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-161" title="IMG_3094" src="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/08/img_3094.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soniafide.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soniafide.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soniafide.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soniafide.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soniafide.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soniafide.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soniafide.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soniafide.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soniafide.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soniafide.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soniafide.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soniafide.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soniafide.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soniafide.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=155&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soniafide.wordpress.com/2010/08/13/ibadah-familr-altar-gideon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72e51abc90d01704c10ce31768f1a7ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soniafide</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/08/img_3083.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3083</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/08/img_3084.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3084</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/08/img_3085.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3085</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/08/img_3088.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3088</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/08/img_3092.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3092</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/08/img_3094.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3094</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yesus Pulihkanku</title>
		<link>http://soniafide.wordpress.com/2010/07/20/yesus-pulihkanku/</link>
		<comments>http://soniafide.wordpress.com/2010/07/20/yesus-pulihkanku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 03:27:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soniafide</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[pulihkan]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soniafide.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Saya adalah anak ketiga dari lima bersaudara dan sejak lahir penganut Kristen mengikuti jejak leluhur. Sekalipun dari keluarga Kristen namun orangtua sering terlibat dalam kuasa kegelapan yang juga mengikut sertakan anak-anak. Kedua orangtua saya bekerja di sebuah instansi pemerintahan juga sibuk dengan kegiatan keluarga atau usaha, sehingga membuat kami jarang berkumpul. Pada saat masih kecil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=149&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/07/siluet.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-150" title="siluet" src="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/07/siluet.jpg?w=121&#038;h=150" alt="" width="121" height="150" /></a>Saya adalah anak ketiga dari lima bersaudara dan sejak lahir penganut  Kristen mengikuti jejak leluhur. Sekalipun dari keluarga Kristen namun  orangtua sering terlibat dalam kuasa kegelapan yang juga mengikut  sertakan anak-anak. Kedua orangtua saya bekerja di sebuah instansi  pemerintahan juga sibuk dengan kegiatan keluarga atau usaha, sehingga  membuat kami jarang berkumpul.<br />
<span id="more-149"></span><br />
Pada saat masih kecil saya merasa sering dibedakan oleh orangtua  tanpa tahu kenapa alasannya. Saya tinggal di rumah bersama 4 sepupu yang  masing-masing sibuk dengan urusannya. Sebagai anak kecil pada saat itu  saya sangat merasa kesepian. Salah satu sepupu saya yang masih remaja  sering membawa tetangga dan teman bermainnya ke rumah. Kebanyakan dari  mereka adalah penjudi, pemabuk. Setiap hari selalu saja ada perkataan  kotor keluar dari pembicaraan mereka bahkan kadang mengajarkan saya  untuk berlaku seperti orang dewasa, seperti: berpelukan dengan telanjang  dan segala hal berbau seks.</p>
<p>Berada di lingkungan seperti itu  setiap hari mengubah saya menjadi anak yang berbeda dalam pemikiran.  Saya selalu menjadi penasaran akan arti ucapan kotor dan untuk mencari  tahu saya bersama teman-teman sering mengintip orang pacaran bahkan  kadang-kadang berkeliling mengintip rumah orangtua masing-masing secara  bergiliran dan memperagakan apa yang kami lihat baik dengan laki-laki  atau dengan perempuan, bahkan beberapa kali hal tersebut dilakukan di  loteng rumah saya.</p>
<p>Saya kemudian mengenal tentang masturbasi  bahkan melakukannya pada usia 9 tahun. Pada saat itu masturbasi hanya  saya anggap seperti suatu permainan baru karena bukan hanya saya saja  tapi juga ada teman yang lebih dulu melakukannya, malah pernah saya  praktikkan di depan salah satu saudara supaya membuat dia tertawa.</p>
<p>Orangtua  tidak pernah mengetahui hal-hal yang saya buat sewaktu mereka tidak ada  di rumah. Semakin hari daya khayal saya semakin tinggi, saya menjadi  anak yang semakin nakal, tidak bisa berkonsentrasi dalam belajar alias  bodoh, tidak jarang papa yang bersifat keras memukul atau mengurung  saya. Jadi untuk memanipulasi papa, saya pura-pura membaca buku padahal  sedang memikirkan hal yang kotor.<br />
Dari semua saudara, sayalah yang  selalu dipukul, diusir, saya sering jadi tontonan anak-anak sebaya  sewaktu dipukul papa. Saya merasa tidak disenangi oleh keluarga karena  selalu bikin ulah bahkan merasa bahwa papa malu mengakui saya sebagai  anak.</p>
<p>Dosa masturbasi saya semakin meningkat, dalam sehari saya  bisa melakukan berkali-kali dengan khayalan yang berbeda-beda. Saya  mulai kenal pacaran, nonton film porno milik papa dan tidak jarang  membaca buku stensil pinjaman dari teman. Semakin hari prestasi saya  semakin hancur dan tentunya membuat saya juga tambah jauh dengan papa.</p>
<p>Saya  teringat saat sedang menangis dari sebelah kamar terdengar suara radio  yang menyanyikan lagu seperti ini: “mampirlah dengar doaku Yesus  penebus…” pada saat itu saya langsung mencatat dan menyanyikan dengan  hati tersayat (padahal waktu itu saya cuma asal cari nama tempat curhat  yaitu Yesus yang selalu ada di berita kalau saya Sekolah Minggu). Dalam  setiap tangisan pasti saya bertanya kenapa saya dibilang bodoh terus  oleh orangtua, saya benar benar bodoh, saya genit, saya malas, saya  pencuri itulah yang selalu mengisi buku harian saya, dan pikiran ini  lambat laun menancapkan akarnya dalam diri saya.</p>
<p>Saya merasa  tidak memiliki sesuatu yang patut dibanggakan baik itu dalam kebajikan,  pendidikan bahkan kekudusan. Sebagai remaja pikiran ini membentuk saya  menjadi pribadi yang haus akan kasih dan untuk mencari kasih saya  mencuri uang untuk menaikkan nilai diri saya. Awalnya mencuri uang  recehan kemudian meningkat menjadi uang ribuan, uang SPP, menggandakan  uang buku, menjual perhiasan orangtua bahkan memanipulasi dengan  perhiasan palsu. Saya merasa ahli hanya dalam bidang kejahatan saja dan  saya benar benar menikmatinya.</p>
<p>Saat menginjak SMP terjadi suatu  peristiwa di rumah, mama kabur dari rumah kami tidak tahu alasannya tapi  tiba tiba papa keluar dari kamar dan memarahi kami semua. Saya lihat  kakak menangis dan karena takutnya pada papa dia lari memeluk papa.  Beberapa lama kemudian baru kami ketahui bahwa papa telah berselingkuh  dengan perempuan sesama anggota koor di gereja. Papa berusaha mencari  mama dengan meminta pertolongan dari dukun. Satu minggu tanpa kehadiran  mama membuat keadaan rumah sangat tegang, kami selalu berada dalam  ketakutan dan ini membuat saya semakin merasa rendah diri saja. Setelah  mama pulang keadaan sepertinya tidak seperti dulu lagi, sudah mulai  tampak ada rasa curiga dan orangtua keluar dari gereja karena malu.</p>
<p>Setelah  menjadi pencadu uang, saya merasa uang dapat membeli nilai diri orang  lain yang dapat menghibur saya pada saat itu. Setiap hari, kejahatan  saya semakin lengkap saja. Saya mulai mencoba minum obat-obatan, pergi  kedunia hiburan malam, hubungan seks yang nyata, bahkan gaya hidup bebas  telah menjadi bagian hidup saya. Saat itu tempat tersebut membuat saya  merasa nyaman diterima, karena ditempat ini tidak mengenal prestasi,  semua orang sepertinya mempunyai posisi yang sama dengan saya yaitu  pembohong, perempuan murahan, atau  orang-orang yang memang dikucilkan  oleh keluarga sehingga membuat kami jadi satu dan cepat sekali akrab.</p>
<p>Saya  sering sekali menginap di tempat orang lain dengan cara menipu orangtua  dengan alasan belajar. Mereka pikir saya sedang belajar padahal saya  sedang pesta obat dengan teman-teman. Lama kelamaan orangtua mulai  curiga dengan kondisi tubuh saya yang semakin kurus dan suka jatuh di  tangga rumah. Lalu mereka menanyakan hal tersebut dan saya  menyangkalnya. Tentu saja orangtua tidak percaya, dan mereka membawa  saya ke tempat orang pintar (sebutan peramal pada saat itu) untuk minta  disembuhkan, sekalian minta berkat untuk bisa memasuki kuliah karena  orangtua saya ragu dengan prestasi saya.</p>
<p>Selepas SMA dengan  nilai yang mengecewakan, saya mengutarakan pada papa bahwa saya belum  mempunyai keinginan untuk melanjutkan sekolah, namun papa bersikeras  meminta saya melanjutkan sekolah. Akhirnya daripada saya dimarahi terus,  saya mengikuti saja keinginan papa untuk melanjutkan sekolah dan  mendaftar di kedokteran gigi serta komputer. Tidak disangka ternyata  saya diterima di keduanya. Karena pertimbangan biaya, pilihan yang saya  ambil adalah teknik komputer yang biayanya lebih terjangkau.</p>
<p>Penyakit  cinta uang semakin jadi tumbuh kuat dalam hidup saya. Kebebasan  anak-anak kuliah pun saya manfaatkan sebagai ajang meminta uang dan  alasan untuk melakukan trip keluar kota berpesta pora, berhubungan seks.  Hampir setiap hari saya melihat pesta putau dan tentunya dengan uang  hasil menipu orangtua saya yang membiayai setiap pesta pora tersebut  untuk mencari teman. Seks berarti saling memberi dan menerima, yaitu  saya memberi seks dan saya akan mendapat cinta. Dengan seks saya merasa  dibutuhkan dan diingini oleh orang lain dan menerima perhatian, tapi  sebenarnya semua itu menjijikkan. Tapi karena seks lah yang diinginkan  pria, jadi saya rela melakukannya, sehingga setelah melakukan hubungan  seks, malam harinya pasti saya melakukan masturbasi.</p>
<p>Semakin  buruknya pergaulan saya, sepertinya ada sesuatu dalam hati yang selalu  berteriak minta tolong, saya jenuh dengan perbuatan saya. Saya bosan  hidup dalam kebohongan sepertinya semua sudah menyesak di dada dan saya  mengutarakan hal tersebut pada teman pria saya pada saat itu namun yang  terjadi adalah saya diancam dengan pisau di pipi dan ke leher.</p>
<p>Sewaktu  saya siap meninggalkan pria tersebut, seperti tertimpa benda berat di  atas kepala, saya sangat kaget sekali sampai mengucurkan keringat,  ternyata saya hamil! Saya bertambah panik sekali karena takut pada  orangtua, malu dan juga saya tidak menginginkan pernikahan dengan pria  itu.<br />
Selama dua bulan masa kehamilan saya berusaha tenang untuk  menipu orangtua namun setiap hari di kamar hidup saya seperti neraka,  tidak pernah berhenti memikirkan ke mana arah hidup saya.</p>
<p>Saat  itu saya teringat lagu sebuah drama natal yaitu “Firman-Mu pelita bagi  kaki ku terang bagi jalanku, waktu ku bimbang dan hilang jalan ku  tetaplah Kau di sisiku.” Saya cari kaset itu dan saya putar terus sambil  menangis minta tolong pada Tuha,n minta satu kesempatan untuk berubah  untuk melalui masa kehamilan ini. Bayangan diusir, atau dibunuh atau  dinikahkan, dibawa ke kampung selalu menghantui. Usaha aborsi telah saya  coba, namun gagal. Saya pun merencanakan usaha bunuh diri di sebuah  kali yang sangat besar dan deras airnya, rencana saya waktu itu sebelum  bunuh diri adalah ke gereja dulu untuk yang terakhir kali.</p>
<p>Pada  saat itu gereja sedang mengadakan peringatan hari Kematian Tuhan Yesus.  Ketika sedang melamun hati saya dikejutkan oleh sebuah firman yang  dibawakan seorang penatua yaitu: “Marilah datang kepadaKu semua yang  letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan padamu…”  Seolah-olah firman itu berbicara pada saya, dengan spontan saya menjawab  dalam tangisan hati: “ya Tuhan Engkau benar benar ada, ya saya mau  datang, saya punya beban.“ Dengan menggebu-gebu di rumah saya memikirkan  bagaimana caranya saya datang ke Tuhan? Ah pasti melalaui gereja.  Kebetulan saat itu gereja sedang mengadakan retreat bagi pemuda, jadi  saya berani mendaftarkan diri ikut retret, saya dengan yakin akan  menemukan jalan.</p>
<p>Namun di tempat retret, kejadian yang tidak  saya inginkan justru terjadi. Saya bertemu dengan seorang pria yang  memaksa untuk melayani nafsu seks nya. Saat menolak, saya dikejutkan  oleh perkataannya yang menyebut saya munafik. Hati saya membenarkan  bahwa memang saya adalah orang yang seperti itu, saya berpikir mungkin  laki-laki ini tahu kondisi saya, jadi tanpa ada lagi rasa ingin ketemu  Tuhan saya melayani nafsu lelaki tersebut, oral seks. Sambil menangis,  menjerit dalam hati saya melayani nafsu orang lain, setelah puas diapun  meninggalkan saya.</p>
<p>Setelah tidak ketemu Tuhan di tempat retret,  dengan terpaksa saya kembali ke tempat pria yang menghamili saya untuk  berbicara, namun pria tersebut ternyata baru saja ditangkap polisi dan  dipenjarakan. Saya memberanikan diri menemui orangtuanya. Saya ditemui  oleh seorang ibu yang bertempat tinggal dekat dengan rumah pria  tersebut, dan tanpa banyak tanya lagi ibu itu menyodorkan secarik kertas  berisikan nama dan alamat seorang tukang urut. Ibu itu berkata prihatin  melihat keadaan saya yang jadi korban mainan dari tetangganya, hanya  melihat bentuk tubuh saya saja dia langsung tahu kalau saya hamil.  Dengan disetujui oleh orangtua pria itu, sayapun menerima tawaran aborsi  dan keesokan harinya saya diantar oleh orangtua pria itu untuk aborsi  di sebuah dusun yang sangat jauh.</p>
<p>Sepanjang perjalanan saya  menangisi janin itu, entah kenapa tiba-tiba ada perasaan keibuan yang  muncul yang membawa penyesalan yang teramat dalam. Setelah aborsi saya  mengurung diri dan menangisi diri sendiri, saya selalui dihantui rasa  bersalah bahkan sering bermimpi buruk. Keesokan harinya saya melihat  sebuah buku renungan tergeletak di meja. Di halaman belakang tertulis  ayat yang sama lagi yaitu, “Marilah datang kepadaKu semua yang letih  lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadaMu…”</p>
<p>Malam  harinya secara sembunyi-sembunyi saya menghubungi nomor telepon  konseling dari buku tersebut, saya menceritakan perasaan hancur sewaktu  habis aborsi, dan konselor tersebut menyarankan untuk memberitahukan  pada orangtua dan saya didoakan. Pada saat itu saya berpikir, bagaimana  mungkin saya bisa memberitahukan orangtua, pastilah mereka akan usir  saya atau mereka justru mati kaget karena perbuatan saya? Saya tidak  memiliki keberanian untuk hal tersebut jadi saya mengabaikan saran itu.</p>
<p>Beberapa  hari melalui masa penyesalan saya mencoba keluar dari kamar melakukan  aktivitas seperti biasanya karena takut ketahuan orangtua, saya mencari  hiburan dengan bertemu teman-teman lama, karena saya tidak kuliah lagi  jadi setiap hari saya keluar masuk mall, nongkrong.</p>
<p>Suatu malam  ketika saya sedang menangis memukul-mukul diri saya dari dalam kamar  terdengar oleh saya suara seseorang sedang bercerita tentang Yesus  seperti ini: &#8220;Yesus menebus dosa kita, Dia mengampuni dosa kita, Dia  menerima kita apa adanya.” Rupanya di ruang tamu ada kakak saya bersama  temannya Samuel. Dia sedang bersaksi mengenai Yesus, saya hanya diam  mendengar meskipun sebenarnya ingin bertanya tapi saya tidak berani  karena ada kakak.</p>
<p>Melihat espresi wajah saya bang Samuel meminta  saya duduk dan setelah selesai dan sudah tidak ada kakak, saya bertanya  apakah benar Yesus menebus dosa? Jawabnya, “Ya betul Yesus menebus dosa  kita, mengampuni sekalipun dosa kita merah Yesus menjadikan putih.”  Saya bertanya lagi, sekalipun saya berbuat jahat seperti pembunuhan apa  Yesus menerima saya? Bang Samuel menjawab lagi, ”Ya Yesus menerima kita  apa adanya karena Yesus mengasihi kita.” Di situ saya menangis, pikiran  saya seperti baru terbuka tentang Yesus, ini Yesus yang sering saya  dengar selama ini di Sekolah Minggu, hebat banget!</p>
<p>Keesokan  harinya bang Samuel datang lagi mengajak saya untuk menerima Yesus  sebagai Tuhan dan Juruselamat. Setelah menerima Yesus saya mendapat  suatu kelegaan, sesuatu yang mengisi hati dan membawa damai dalam jiwa,  yah ada ketenagan di dalamNya. Saya menceritakan persoalan saya dan  orang itu membimbing untuk mengakui segala dosa dan minta ampun kepada  Tuhan Yesus.</p>
<p>Setelah itu seperti ada dorongan kuat dalam diri  untuk membuang segala beban dosa yang tersembunyi selama bertahun-tahun  itu, Roh kudus bekerja mengusik perbuatan jahat itu keluar dengan cara  meminta saya mengakui dosa pada orangtua, karena saya tidak bisa lagi  hidup dalam kebohongan itu. Roh Kudus yang lembut memberikan kekuatan  ekstra yang sebelumnya tidak saya miliki untuk memberitahukan kehidupan  gelap saya pada orangtua. Awalnya saya punya rencana untuk memberitahu  kehidupan dosa saya pada mama tapi saat itu tiba-tiba mama sakit kepala  berat jadi saya rubah rencana dengan pergi ke kantor papa.</p>
<p>Sepanjang  jalan saya dihantui ketakutan, semakin dekat dengan lokasi semakin jadi  takut dan saya sudah siap-siap untuk turun dari bis mau membatalkan  rencana pengakuan ini, saat baru mau bangun dari kursi saya dikejutkan  oleh sebuah pemandangan di depan mata yaitu sebuah kayu salib dengan  untaian jubah ungu di tengah-tengah tanah berbukit dan kemudian di atas  kayu salib itu ada Yesus yang tersalib memandang kepada saya seperti  berbicara, “untukmu anakKu.” Tetesan darah di kepalaNya menetes sampai  kaki lalu seperti terasa menetes di atas kepala saya. Saya menangis  tidak bisa berkata apa-apa belum pernah saya melihat hal seperti itu.  Setelah sampai, sambil menaiki anak tangga kantor di dalam nurani  seperti suara terdengar “Jangan takut, Aku menyertaimu,” inilah yang  membuat saya berani melangkah.</p>
<p>Papa saya sangat kaget atas  pengakuan saya, bahkan dia menangis terisak-isak. Sesampai di rumah,  saya dihadapkan dengan mama yang langsung menjeritkan tangisan sambil  memeluk saya. Saya hanya terdiam menjawab semua pertanyaan dengan  anggukan kepala saja, tidak berani menatap mereka. Saudara-saudari saya  juga jadi ikut tegang karena situasi ini dan membuat mereka sepertinya  tambah tidak menyukai saya karena akibat dari perbuatan saya juga  berdampak bagi mereka.</p>
<p>Hari-hari saya lalui dalam keterasingan  dan ketegangan di rumah dan saya sadar itu saya alami karena perbuatan  saya. Kadang papa tidak bisa menahan lagi amarahnya sehingga mencaci  maki saya terus. Saya juga menangis terus karena ikut Tuhan itu berarti  menerima segala akibat dari pengakuan dosa saya. Untuk menguatkan diri,  saya suka ikut KKR. Sejak bersama Tuhan ada perubahan terjadi pada saya,  yaitu menjadi lebih penurut pada orangtua dan sepertinya keterikatan  masturbasi pun hilang selama beberapa bulan.</p>
<p>Lambat laun suasana  rumah mulai mencair dari suasana tegang, dan di saat bersamaan orangtua  menjadi lebih dekat pada Tuhan. Setiap pagi sehabis bangun tidur saya  lihat papa selalu berdoa. Kami kadang-kadang pergi bersama ke ibadah  pembinaan iman bahkan papa mendaftarkan diri ikut sekolah pembinaan.  Saya merasakan sukacita yang luar biasa sekali, hubungan saya dengan  papa semakin dekat, saya bisa merasakan kasih sayangnya pada saya. Saya  sangat heran pada perbuatan Tuhan saat itu.</p>
<p>Pada tahun 1997  terjadi peristiwa yang menimpa keluarga kami, usaha papa mengalami  kehancuran, di bakar oleh sejumlah orang yang mengaku santri di suatu  daerah dan mengakibatkan kerugian besar, belum lagi papa harus ditipu  oleh rekan kerjanya. Seperti benturan bertubi-tubi menimpa orangtua  membuat papa stres, dokter mengatakan ada tumor di dekat paru-paru  sehingga harus dirawat inap di RS. Namun seperti sudah dibutakan oleh  kesenangan dunia, kami anak-anak tidak pernah peduli terhadap orangtua  karena merasa tidak dekat, justru kami merasa senang mendapat kebebasan  bergerak.</p>
<p>Berulang kali, saya jatuh ke dalam dosa yang sama.  Saya merasa sudah sangat kotor sekali dan tidak bisa lepas dari ikatan  dosa tersbut. Suatu hari di dalam bis terdengar suara lembut memanggil  nama saya dan saya mencari sumber suara itu di sekeliling tapi tidak  ada. Lambat laun suara itu berbicara lagi “mari datang padaKu,” ternyata  suara itu mengisi nurani saya mengingatkan komitmen saya sewaktu  menerima Yesus. Setibanya di rumah saya berdoa menangis “Tuhan Engkau  mendengar teriakanku”. saya disadarkan akan sebuah panggilan untuk  dibaptis yaitu menyerahkan diri total pada Yesus, mengijinkan Yesus  berkuasa atas hidup saya.</p>
<p>Puji Tuhan esoknya bang Samuel datang  kerumah, sayapun menceritakan tentang kejatuhan saya (tapi tidak cerita  keterikatan tentang masturbasi) dia kembali mengarahkan saya sampai  akhirnya pada tanggal 20 November 1999 saya dibaptis. Sejak saat itu dia  sering ajak saya mengikuti kelompok kecil dan mengenalkan saya pada  sebuah gereja yang baru dibangun. Disinilah kasih mula-mula itu saya  rasakan, semakin sering mengikuti kelompok doa, semakin saya dibangun  dan sepertinya saya mulai bisa lepas dari pikiran kotor dan perbuatan  masturbasi, selalu semangat setiap hari menceritakan tentang Yesus  bahkan setiap ada pengertian yang baru saya selalu ceritakan ke papa  tentang Yesus.</p>
<p>Semua berkat Tuhan saya terima begitu cepat, saya  mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang bagus dengan gaji yang bagus  juga awalnya hanya berstatus kontrak tapi dengan penyertaan Tuhan  terpilih menjadi pegawai tetap dari antara puluhan orang, sakit asma  yang dulu sering kambuh kalau stres sudah tidak ada lagi. Namun langkah  saya masih dipenuhi dengan ujian.</p>
<p>Kematian papa tidak membawa  saya kembali pada Tuhan, memang ada sedikit penyesalan mengingat betapa  dia selalu ingin mengenal firman Tuhan tapi saya malah menjauh, saya  berduka tapi sebentar saja, selebihnya justru saya semakin bebas, dan  ini membuat hubungan saya dengan pria teman kantor semakin lengket. Bagi  saya dia bukan hanya sebagai teman tapi juga seperti sosok orangtua  yang mengasihi saya dan hal ini sempat membuat gerah beberapa teman yang  lain karena orang yang saya pacari ini juga memegang posisi yang bagus  di perusahaan.</p>
<p>Bisik-bisik pelacur juga sudah sampai ke telinga  saya, mereka mengira saya mengikat pria ini dengan  menjual seks, namun  cinta telah membutakan saya, saya tidak pedulikan mereka. Satu tahun  kemudian di saat saya semakin cinta dengan pria ini saya dikejutkan oleh  telepon dari seorang ibu yang mengaku istri dari pria ini. Saya  terkejut karena selama ini setahu saya dia sudah cerai.</p>
<p>Akhirnya  saya menemui ibu ini bersama dengan pacar saya itu, kami pun berbicara.  Ibu ini terus mengeluarkan perkataan-perkataan tajam pada saya, saya  hanya bisa menangis saja di hadapannya tidak berdaya karena tidak ada  pembelaan apapun keluar dari pria itu. Tidak tahan dengan perkataan  tersebut saya marah pada pria itu dan berteriak, ”Bukankah kamu bilang  sudah cerai? Kenapa saya yang dipojokkan?”</p>
<p>Ibu itupun kaget,  saya berlari keluar dengan tangisan yang keras sekali. Waktu itu saya  bilang, “Apalagi ini Tuhan? kenapa hidup saya selalu dikelilingi  kejahatan?” Dosa baru saya nambah lagi yaitu merusak rumah tangga orang.  Saya benar-benar tidak bisa ikut Tuhan, ternyata saya bukan pilihan  Tuhan, itulah pikiran saya saat itu.</p>
<p>Saya sering berkomitmen  untuk selalu kembali kepada Tuhan, selalu ada keinginan untuk  sungguh-sungguh bertobat tapi pasti selalu gagal. Suatu kali saya  menemui masalah kembali, kali ini masalah keuangan. Singkat cerita  akhirnya saya dijebloskan ke penjara, dan di sini saya mengalami  kejatuhan kembali melakukan seks dengan sesama jenis.</p>
<p>Selepas  dari penjara, masalah masih terus mengikuti dan terakhir adalah  kebangkrutan usaha saya. Inilah titik terendah dalam hidup saya di mana  saya merasa tidak memiliki apa-apa lagi. Dalam depresi berat saya  seperti mendengar suara lembut yang dulu tapi samar-samar “Mari datang  padaKu.” Antara percaya dan tidak, Tuhan akan menerima, saya pergi ke  sebuah gereja di tempat usaha saya dan didoakan oleh seorang pendeta  yang berkata seperti ini, “Saudari sedang disayangi Tuhan, melalui  peristiwa ini Tuhan ingin mata saudari tertuju kepada Dia. Tuhan berkata  dalam FirmanNya CARILAH DAHULU KERAJAAN  ALLAH DAN KEBENARANNYA, MAKA  SEMUANYA AKAN DITAMBAHKAN KEPADAMU.</p>
<p>Firman ini selalu menempel  di kepala saya dan membuat gelisah, saya memutuskan cari Kerajaan Allah  tapi bagaimana? Karena gereja itu letaknya jauh dari rumah jadi saya  memutuskan untuk mencari gereja yang pernah dikenalkan oleh teman  kuliah. Saya keliling mencari gereja itu tapi sudah pindah, kemudian  saya cari gereja alternatif lain juga tidak ketemu, akhirnya saya capek  keliling tapi masih penasaran dengan Firman CARILAH DAHULU KERAJAAN  ALLAH…</p>
<p>Saya pergi ke warnet dan masuk ke millis terangdunia.  Saya menanyakan maksud dari firman tersebut dan banyak yang  mereferensikan uraian arti firman tersebut, tapi saat itu bagi saya  semua tidak masuk akal, karena saya sudah coba lakukan berdoa, baca  Alkitab tapi yang terjadi justru sebaliknya sampai akhirnya sepertinya  saya mendapat respon dari Bp. Boy Gunawan dengan poin-poin yang tepat  dengan masalah hidup saya, di antaranya adalah penyembuhan batiniah.</p>
<p>Sewaktu  merasakan respon dari teman-teman seiman hati saya menangis pada Tuhan  bahwa sekali lagi Dia beri saya kesempatan. Oleh karena itu dengan  segera saya mengikuti arahan dari Bp. Boy untuk bertemu dengan ibu Ida  di GBI Metamorfosa. Beberapa hari sebelum ke Metamorfosa saya sangat  merasakan kekuatan luar biasa bahkan tidak sabar untuk segera ke sana  karena saya pikir inilah cara cari Tuhan itu.</p>
<p>Di Metamorfosa saya  dilayani oleh Ibu Ida, juga Kak Risda, dan sewaktu didoakan lagi-lagi  saya mengeluarkan suatu ekspresi di luar kontrol/manifestasi. Dulu saya  pikir saya ini sakit jiwa karena setiap didoakan pasti ngamuk, namun  saat ini saya sudah diberi pengertian mengenai pertobatan, pengampunan,  dan penyaliban luka-luka batin yang saya alami sejak kecil dan  menyerahkan pada Kristus. Saya diajar untuk memiliki hati yang  sungguh-sungguh pada Tuhan dan tekad yang kuat untuk tetap berpegang  pada Tuhan, karena di dalam ikut Tuhan seringkali anak-anak Tuhan  mendapat hambatan.</p>
<p>Melalui Firman dari Yesaya 53:5 saya dibimbing  untuk percaya bahwa Yesus telah mati untuk menanggung segala akibat  dari dosa percabulan, perzinahan, merebut suami orang, merugikan orang  lain, menipu orangtua, aborsi, sakit rahim, sinus, batuk kronis. Yesus  membebaskan saya dari dosa berkali kali memberontak, menghujat Dia. Dosa  yang dulu saya pikir tidak mungkin diampuni semuanya telah ditanggung  oleh Yesus. Saya juga diajar untuk memulai hidup yang baru dalam takut  akan Tuhan. Sewaktu mendengar ini, pikiran dan hati saya seperti  terbuka, tersentak seperti pertama kali menerima Yesus, seraya tidak  percaya tapi harus percaya bahwa Yesus yang sama masih menerima saya  yang sudah berjanji puluhan kali, jatuh berkali-kali, menyalibkan Yesus  berkali-kali, tapi Yesus tetap mengampuni saya bahkan diberi kesempatan  untuk bertumbuh menjadi seseorang yang baru tanpa harus menjadi sempurna  seperti yang selama ini saya bayangkan. Saya merasakan Tuhan mengasihi  saya tanpa syarat, apa adanya saya boleh datang dalam doa bahkan boleh  minta pertolonganNya untuk mengubah beberapa hal dalam hidup saya.</p>
<p>Melalui  bimbingan hamba-hamba Tuhan ini saya merasakan kelegaan, seperti beban  yang saya bawa puluhan tahun terlepas begitu mudahnya oleh darah Yesus  dan mengalirkan sukacita yang luar biasa sampai saya berani menceritakan  keadaan diri saya yang sebenarnya kepada kakak dan juga salah satu adik  saya. Ternyata adik saya punya masalah berat, mengakuinya dan  memutuskan kembali kepada Tuhan. Pengakuan adik bungsu saya membawa mama  kepada tingkat kegagalan lebih jauh lagi, mama sudah mau pingsan  mendengar permasalahan adik, namun beberapa hari kemudian mama  memutuskan datang pada Tuhan. Kami satu persatu mulai ikut konseling dan  pemuridan di Metamorfosa.</p>
<p>Hubungan kami yang tadinya tidak  akrab mulai dipulihkan Tuhan, kami saling mengakui dosa dan saling  memaafkan. Komunikasi antar keluarga yang dulu begitu sulit kini sudah  dipulihkan Tuhan. Mama dan kakak saya bahkan sudah memberikan diri untuk  dibaptis. Mama mencabut semua kutuk, sumpah serapah yang dulu ditujukan  pada saya diganti menjadi berkat di atas kepala saya, sejak saat itu  saya lebih lagi bersukacita.</p>
<p>Saya yang selama ini bertanya pada  Tuhan: &#8220;Kenapa saya banyak dikelilingi laki-laki yang tidak beres, yang  hanya seks, seks, seks saja?&#8221; Saya baru mengerti bahwa latar belakang  keluarga besar juga menjadi penyebab kegagalan dari sebagian hidup saya.  Belakangan setelah saling terbuka, baru saya tahu kebenaran tentang  papa yang memiliki beberapa pacar baik sebelum atau sesudah menikah, dan  akibat dari perbuatan tersebut saya juga harus menanggung tuaian juga  dari perbuatan leluhur yang memiliki isteri lebih dari satu, dan juga  perbuatan saya. Selama ini saya menyalahkan Tuhan atas segala yang  terjadi.</p>
<p>Setiap hari berjalan dalam kekuatan Tuhan membuat saya  semakin kuat menolak dosa, pikiran semakin dikuduskan dari  bayangan  kotor masa lalu. Sakit sinusitis akut yang saya derita sejak tahun 2002  mulai berkurang, batuk kronispun nyaris tidak ada membuat saya tidak  takut minum es atau kena hujan, nyeri pada rahim berkurang. Pola pikir  saya diubahkan bahkan yang lebih dahsyat lagi saya beroleh pengenalan  akan kasih Tuhan di mana Yesus bukan saja Tuhan tapi juga sebagai Bapa  sejati. Di mana saya boleh mengenal Tuhan sebagai Tuhan yang mati,  bangkit dan juga naik ke Sorga untuk saya, untuk mengembalikan otoritas  yang dirampas iblis ke dalam tangan anak-anak Tuhan yang  percaya  padaNya. Sekarang di rumah kami sudah ada mezbah keluarga, kami bisa  saling tukar cerita dan tidak lagi saling menghakimi.</p>
<p>Saya  percaya Tuhan telah mempersiapkan waktu yang tepat untuk membebaskan  saya dari segala perbudakan hutang dan pergumulan lainnya karena Dia  yang berfirman menjanjikan masa depan yang penuh harapan bagi saya. Saat  ini saya percaya apa yang Tuhan katakan mengenai gambar diri saya dan  bukan lagi kepada intimidasi, mengasihani diri. Tuhan mengajar saya  untuk mengasihi, mengampuni, memberkati orang lain bahkan Tuhan  memberikan banyak ide dan gagasan dari dalam diri  untuk berkreasi  mengubah benda-benda yang tersedia di sekitar saya menjadi sutau karya  yang saya rindu dapat memberkati orang lain.</p>
<p>Bagi saya ini   adalah suatu harta yang diberikan Bapa kepada saya yang tidak pernah  saya lihat sewaktu dalam dosa, terselubung oleh dosa dan keinginan  dunia. Jauh di luar pikiran saya banyak ide-ide  muncul dalam benak  saya, bahkan tanpa harus keluar biaya modal untuk mengerjakan semua yang  harus saya lakukan, hanya melatih diri, mengerjakan bagian saya  mengasah potensi yang sudah Dia berikan. Melalui dorongan dan bimbingan  hamba-hamba Tuhan yang begitu sabar menolong saya dan keluarga, membuat  saya melihat arti Kasih Yesus yang mengalir tidak terselami. Saya tidak  mengenal  mereka, tidak menggaji, tapi mereka mau melayani hanya karena  dasar Kasih Yesus, betapa luar biasa Yesus, Dia membuat saya berharga.  Tuhan adalah sosok Bapa yang saya rindu, sosok Bapa yang dulu rusak kini  telah pulih membuat hubungan saya bertambah dekat.</p>
<p>Inilah yang  saya rasakan mengenai kasih Tuhan, tidak terselami, tidak terbatas pada  pikiran saya. Sebab jika dinilai menurut perbuatan saya ini tidak layak,  tidak pernah ada perbuatan saya yang menyenangkan hati Tuhan bahkan  justru sebaliknya, tapi kenapa Yesus memilih saya untuk kembali padaNya,  menerima anugerah dan warisan KerajaanNya, sungguh saya tidak akan  pernah bisa menyelami ini semua, dan akhirnya Terpujilah nama Tuhan  karena kasihNya saya boleh menulis kesaksian ini. <strong>(Liana  Karunia)</strong></p>
<p>Sumber : http://www.terangdunia.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soniafide.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soniafide.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soniafide.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soniafide.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soniafide.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soniafide.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soniafide.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soniafide.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soniafide.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soniafide.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soniafide.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soniafide.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soniafide.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soniafide.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=149&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soniafide.wordpress.com/2010/07/20/yesus-pulihkanku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72e51abc90d01704c10ce31768f1a7ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soniafide</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/07/siluet.jpg?w=121" medium="image">
			<media:title type="html">siluet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendeta Kaya Luar Biasa</title>
		<link>http://soniafide.wordpress.com/2010/07/20/pendeta-kaya-luar-biasa/</link>
		<comments>http://soniafide.wordpress.com/2010/07/20/pendeta-kaya-luar-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 03:20:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soniafide</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[gembala]]></category>
		<category><![CDATA[gereja]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[pendeta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soniafide.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Zaman ini tepat seperti yang digambarkan oleh Paulus dalam 2 Timotius 3:2; zaman uang. “Manusia akan menjadi hamba uang,” tegas Paulus. Ya, kecintaan akan uang memang telah menggilas habis nurani banyak orang. Dalam surat yang sebelumnya kepada Timotius, Paulus juga telah menyinggung hal ini. Dalam 1 Timotius 6:10, dia berkata: Karena akar segala kejahatan ialah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=142&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/07/falling-money.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-143" title="falling-money" src="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/07/falling-money.jpg?w=121&#038;h=150" alt="" width="121" height="150" /></a>Zaman ini tepat seperti yang digambarkan oleh Paulus dalam 2 Timotius 3:2; zaman uang. “Manusia akan menjadi hamba uang,” tegas Paulus. Ya, kecintaan akan uang memang telah menggilas habis nurani banyak orang. Dalam surat yang sebelumnya kepada Timotius, Paulus juga telah menyinggung hal ini.</p>
<p><span id="more-142"></span></p>
<p>Dalam 1 Timotius 6:10, dia berkata: Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Sebuah kenyataan yang menggelisahkan.</p>
<p>Idealisme nyaris tak tersisa, bahkan jika ada yang memilikinya sering kali dianggap bodoh, tidak realistis, melepas kesempatan emas, dan berbagai penilaian lainnya. Orang tak segan-segan menjual kebenaran demi uang. Hati nurani secara perlahan tapi pasti, teriris habis. Dengan mudah kita menemukan pertengkaran hingga permusuhan karena uang. Bahkan kasus pembunuhan bermotif uang semakin meninggi jumlahnya. Pertalian darah dengan mudah bisa “putus” karena harta warisan yang juga sama dengan uang. Wajah dunia makin hari makin menyedihkan, tak lagi mampu memancarkan kemurnian yang murni.</p>
<p>Kehidupan terus berubah, penuh basa-basi, semakin kehilangan arti kasih yang sejati, karena semua bisa dibeli. Orang kini bisa membeli senyuman, bahkan “perkawanan” hingga “pernikahan”. Semboyan asal ada uang semua bisa datang, semakin mendapat pembenaran dalam kenyataan. Namun yang paling menyedihkan adalah runtuhnya tembok keimanan.</p>
<p>Iman, yang seharusnya membuat manusia beriman berdiri teguh di tengah badai godaan uang, ternyata, juga turut mengalami goncangan. Banyak orang “beriman” kini tak lagi menyukai iman. Iman dianggap menyingkirkan diri dari pergaulan zaman. Orang tak dihargai karena beriman, melainkan karena beruang, begitu sinis yang muncul. Di lingkungan rohani virus ini terus menyebar luas. Ironis. Kini ada guyonan pahit: Jika berbisnis bukalah gereja, dijamin tak rugi, bahkan terkesan suci. Mengapa? Karena ternyata banyak “petinggi gereja” yang memang berbisnis dalam membuka gereja. Jabatan “pendeta” menempel tanpa pernah jelas dari mana asalnya, dan bagaimana bisa meraihnya. Pemahaman theologi tak ada, berkhotbah tak pernah, yang ada hanya kata bagaikan mantera, “Roh Tuhan berbicara pada saya…” Visi diungkapkan seakan datang dari sorga untuk digarap di Bumi. Namun jika dicermati, hati tersentak karena semua bermuara pada sang pendeta.</p>
<p>Yang lain mungkin sedikit lebih baik dalam kemampuan. Sekalipun tak memiliki pemahaman theologi, namun karena fasih lidah sang pendeta berkhotbah. Yang dikisahkan selalu yang meninabobokkan umat. Sukses yang semu dikumandangkan dalam apa yang disebut kesaksian, sementara kebenaran sebagai buah hidup orang percaya, nyata-nyata, tak tampak. Pendekatan emosi selalu menjadi pola karena sukses mendulang hasil. Lagi-lagi ungkapan rohani: “sentuhan Roh Kudus”, menjadi kata-kata sakti yang membutakan umat untuk tak lagi menguji segala sesuatu. Padahal Alkitab jelas berkata, “jangan padamkan Roh, namun ujilah segala sesuatu” (1Tes. 5:19, 21). Umat percaya habis, dan dana mengalir kencang. Tampaknya tak jelas berakhir di mana. Karena ada gedung gereja, aset gereja dan lainnya. Seakan pemakaian uang tampak nyata, namun ternyata, di balik semuanya tersisa masalah yang luar biasa. Aset atas nama pribadi pendeta, sering terungkap setelah pendeta tiada. Terjadilah tarik-menarik aset yang sungguh tak menarik sama sekali.</p>
<p>Yang sedikit lebih canggih, aset atas nama yayasan, atau bahkan gereja. Namun dalam akte notaris ternyata susunan pengurus didominasi oleh keluarga pendeta. Lagi-lagi untuk suara terbanyak, pengurus dan umat kecele. Tapi ada yang lebih halus lagi, seakan pengurus tidak didonimasi keluarga pendeta, namun ternyata bunyi klausul yang ada memberikan kekuasaan tak terbatas pada pendeta atau segelintir orang dekat pendeta, atas aset yang ada.</p>
<p>Umat selalu berkata, itu urusan pendeta dengan Tuhan, dan tentu saja pendeta senang karena memang pemahaman itu yang ditabur untuk dituai. Umat telah digiring pada paham yang salah, sehingga tak lagi kritis, apalagi menguji sesuai kata Alkitab. Belum lagi ketakutan akan kutuk yang selalu ditebar, seperti “jangan mengganggu pendeta, karena dia adalah biji mata Tuhan”. Pengultusan dilakukan dalam waktu yang lama lewat indoktrinasi. Sayangnya, umat semakin teggelam dan gelap mata menghargai pendeta, sekalipun nyata-nyata salah. Apalagi jika lingkungan pelayanan diwarnai suasana adan ajaran yang mistis, dan lagi-lagi, obral kata-kata “kehendak Roh”.</p>
<p>Penguasaan pendeta atas umat, sudah tak bertepi. Nah, ketika pendeta kaya raya, maka alasannya sangat mudah: itulah bukti pendeta diberkati, pendeta beriman. Padahal kekayaan pendeta yang bertumpuk justru bukti ketidakpedulian pada yang susah. Banyak umat yang susah, apalagi dalam konteks Indonesia. Tidak salah pendeta memiliki mobil karena memang dia membutuhkannya. Namun jika mobil itu mewah dan jumlahnya yang berlebih, bukankah itu tak lazim? Pendeta harus memiliki rumah, karena dia dan keluarga memerlukannya. Tapi jika rumah itu mewah dan ukurannya wah, bagaimana mungkin dia bisa berkata, sangat peduli pada umat yang kebanyakan tak, atau, belum, memiliki rumah. Umat yang dimaksud tentulah orang percaya yang baik, di berbagai tempat secara merata.</p>
<p>Terhadap berbagai hal ini, biasanya dengan mudah pula pendeta berkelit dan berucap, ini adalah pemberian umat juga. Mungkin dia benar. Hanya saja, mengapa umat memberi, itu tetap harus diuji. Jangan-jangan hasil indoktrinasi. Belum lagi, namanya “diberi”, apakah dia tak bisa menerima yang pas, sesuai kebutuhan, menolak yang berlebih, sehingga berkat bisa terdistribusi.</p>
<p>Dengan demikian juga menjadi pembelajaran bagi umat untuk saling menolong. Karena ada juga umat yang suka memberi pada pendeta ternyata pelit pada sesama. Mengapa? Anda pasti tahu alasannya. Ini adalah kenyataan yang menyedihkan. Sudah waktunya kita mengembalikan semuanya pada kebenaran. Gereja bukan kerajaan, sehingga yang ada suksesi keturunan, kekeluargaan, padahal tidak ada panggilan yang jelas. Sangat menyenangkan jika anak pendeta menjadi pendeta karena panggilan, tapi jangan dengan motivasi melanggengkan kekayaan. Jangan lagi terucap kalimat “pendeta harus kaya sebagai bukti diberkati”, karena yang benar adalah pendeta yang diberkati akan menjadi berkat bagi banyak orang. Jangan lagi menumpuk kekayaan untuk diri, karena Alkitab telah mengatakan, “adalah terlebih berkat memberi daripada menerima.” Bukankah “Doa Bapa Kami” yang antara lain berkata “Berilah kami makanan kami yang secukupnya”, nadanya sangat indah? Atau mungkin kita telah lupa pada apa yang diajarkan Yesus?</p>
<p>Biarlah para pebisnis hidup sesuai dunia mereka (pakaian, mobil dan rumah mewah sebagai bukti prestasi) dan pendeta di panggilannya (kejujuran, kesetiaan, kesederhanaan). Berpunya tapi tak berlebih, karena memilih fungsi bukan prestise. Mari menjadi pendeta, yang adalah gembala, tapi bukan upahan tentunya. Berani menyatakan kebenaran dan menjadi model dalam kehidupan. Selamat menjadi pak pendeta yang kaya rasa, bukan kaya harta. Semoga umat jeli mengamati dan membantu pendeta agar berada di jalurnya.</p>
<p>Pengkhotbah: Pdt Bigman Sirait<br />
(Diringkas dari kaset khotbah oleh Hans P.Tan)</p>
<p>Sumber : http://www.terangdunia.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soniafide.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soniafide.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soniafide.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soniafide.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soniafide.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soniafide.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soniafide.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soniafide.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soniafide.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soniafide.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soniafide.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soniafide.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soniafide.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soniafide.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=142&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soniafide.wordpress.com/2010/07/20/pendeta-kaya-luar-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72e51abc90d01704c10ce31768f1a7ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soniafide</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soniafide.files.wordpress.com/2010/07/falling-money.jpg?w=121" medium="image">
			<media:title type="html">falling-money</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GEMBALA TELADAN</title>
		<link>http://soniafide.wordpress.com/2010/07/14/gembala-teladan/</link>
		<comments>http://soniafide.wordpress.com/2010/07/14/gembala-teladan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 06:40:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soniafide</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[gembala]]></category>
		<category><![CDATA[gereja]]></category>
		<category><![CDATA[teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soniafide.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Donny A. Wiguna 1 Pet 5:3-4 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. Gembala adalah pemberi teladan. Coba pikirkan itu. Pikirkan juga, bahwa tugas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=137&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Donny A. Wiguna<br />
1 Pet 5:3-4  Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka<br />
yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan<br />
domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota<br />
kemuliaan yang tidak dapat layu.</p>
<p><span id="more-137"></span></p>
<p>Gembala adalah pemberi teladan. Coba pikirkan itu. Pikirkan juga, bahwa tugas<br />
seorang gembala adalah menjaga kawanan dombanya; ia harus mengarahkan,<br />
membimbing, menghardik (baca: menegur), dan membawa domba-domba yang seringkali<br />
keras kepala itu ke rumput yang hijau dan air yang tenang. Ini bukan pekerjaan<br />
yang mudah atau menyenangkan; sebaliknya amat melelahkan &#8212; suatu pekerjaan<br />
yang tidak disukai orang.<br />
Demikianlah gembala-gembala di Israel dahulu menempati urutan terbawah dari<br />
segala macam pekerjaan, suatu tugas yang tidak disukai orang.<br />
Tetapi malah sekarang tuntutannya lebih besar daripada menggembalakan domba;<br />
kini yang harus digembalakan adalah manusia dengan segala macam karakter dan<br />
kepribadian.</p>
<p>Dan caranya dengan memberi teladan. Astaga.</p>
<p>Rasul Petrus membandingkan antara dua macam cara menggembalakan. Yang satu<br />
adalah memerintah. Yang lain adalah memberi teladan. Secara mudah dan masuk<br />
akal, untuk menggembalakan tentu harus dengan cara memerintah. Dengan membuat<br />
peraturan: jangan begini. Harus begitu. Kalau mau menikah, harus ini, ini, ini,<br />
dan itu, itu, itu. Kalau mau dibaptis, harus melakukan a, b, c, d, e&#8230;, sampai<br />
z. Ada berbagai aturan untuk berbagai kesempatan, dan jemaat diperintahkan<br />
untuk taat, taat, taat.</p>
<p>Apakah taat itu salah? Tentu tidak! Sudah seharusnya dan sepantasnya orang<br />
Kristen taat pada kehendak Tuhan, taat pada Firman Tuhan, termasuk taat pada<br />
peraturan Gereja. Tetapi ketaatan orang Kristen bukanlah jalan untuk<br />
menggembalakan. Ketaatan adalah perilaku, nampak di luar, tetapi belum tentu<br />
menggambarkan yang di dalam. Orang bisa diperintah untuk begini dan begitu,<br />
mengikuti berbagai-bagai macam pelatihan dan seminar dan pembinaan, tetapi<br />
semuanya bisa jadi hanya menyentuh permukaan saja.<br />
Tidak ada sentuhan ke bagian yang paling dalam.</p>
<p>Maka ketika jemaat digembalakan dengan dasar perintah dan ketaatan, yang<br />
terjadi adalah ketegangan. Di pihak penatua, ada ketegangan karena harus terus<br />
menerus memonitor dan meluruskan penyimpangan yang mungkin dilakukan jemaat. Di<br />
pihak jemaat, ada ketegangan karena harus terus menerus mengikuti perintah,<br />
sementara mulai merasa bahwa dirinya sendiri kurang diperhatikan, kebutuhannya<br />
tidak terpenuhi. Kesadarannya adalah harus taat, tetapi tidak bisa mengerti<br />
atau menikmati perintah itu.<br />
Gereja menjadi sumber otoritas yang otoriter, yang memakai senjata ancaman dosa<br />
bila ada jemaat yang mau jalan sendiri, berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri.</p>
<p>Perintah dan ketaatan seharusnya berakar pada pemahaman yang semakin hari<br />
semakin mendalam. Memang benar, pada awalnya seringkali dibutuhkan ketaatan<br />
terlebih dahulu. Kalau baru mulai, pokoknya jemaat harus taat dan percaya,<br />
untuk melakukan segala sesuatu yang diperintahkan padanya. Harus taat untuk<br />
meninggalkan kebiasaan buruknya. Harus taat untuk membuang semua jimat-jimat<br />
dan jampi-jampi dari dukunnya. Harus taat untuk membaca dan merenungkan Kitab<br />
Suci, taat untuk berdoa dengan teratur.</p>
<p>Tetapi itu semua adalah tahap-tahap permulaan, masa-masa penyemaian.<br />
Selanjutnya jemaat harus bertumbuh, di mana ketaatan dan percayanya menjadi<br />
semakin dalam berakar untuk menyerap kebenaran. Orang taat bukan lagi karena<br />
diperintah, bukan lagi karena disuruh, melainkan karena menginginkannya. Ada<br />
dorongan, ingin untuk melakukan ketaatan itu. Ada sukacita, ada kegairahan<br />
untuk mengikuti jalan dan perintah Tuhan. Untuk satu masa awal yang singkat,<br />
perintah itu perlu, namun selebihnya adalah<br />
ketaatan karena mengerti seperti apa kehendak Tuhan, mengerti seperti apa<br />
janji-janji Tuhan.</p>
<p>Untuk itu dibutuhkan keteladanan. Inilah penggembalaan yang sesungguhnya, yang<br />
bukan ajang main perintah, melainkan pertunjukkan kedewasaan iman yang<br />
membangun setiap orang yang menyaksikannya. Tetapi inilah yang susah, menjadi<br />
teladan.</p>
<p>Dalam bahasa aslinya, teladan dituliskan &#8216;tupos&#8217; &#8212; dalam ayat ini tertulis<br />
&#8216;tupoi&#8217;. Artinya menjadi model, contoh, seperti sebuah patung kecil yang<br />
menjadi contoh untuk membuat patung besar. Orang yang menjadi contoh harus siap<br />
dibentuk terlebih dahulu, menjadi &#8216;kelinci percobaan&#8217; yang tampil di muka agar<br />
bisa dilihat semua orang. Jika ini sudah maju,<br />
yang lain akan mengamat-amati: bagaimana ya, menjadi orang Kristen?<br />
Apakah menyenangkan? Apakah baik? Apakah karakter dan kepribadiannya<br />
mengagumkan?</p>
<p>Susah benar. Jadi penatua sepertinya tidak boleh keliru. Salah sedikit, semua<br />
orang melihat dan menggerutu. Mari kita lihat tantangannya.</p>
<p>Yang pertama, menjadi teladan berarti siap untuk lebih dahulu dibentuk.<br />
Tuhan mungkin akan mempersiapkan berbagai badai kehidupan mengikis kehidupan<br />
seorang penatua atau hamba Tuhan, agar orang lain bisa melihat seperti apa<br />
bentuknya seorang Kristen yang mengalami badai hidup yang hebat. Jemaat<br />
memerlukan hal ini, karena setelah itu Tuhan membiarkan iblis bekerja dengan<br />
kejam dan tak kenal ampun di atas dunia. Di saat<br />
jemaat telah memandang teladan yang bertahan dalam kesaksian yang baik, mereka<br />
pun menjadi lebih siap untuk menghadapi badai yang sama.</p>
<p>Tetapi bagaimana pun juga, menjadi yang dibentuk pertama kali itu tidak enak.<br />
Rasanya sendiri, kesepian. Tak ada orang lain yang mengerti, tidak ada teman<br />
yang bisa diajak bicara. Satu-satunya harapan adalah Tuhan yang memahami,<br />
tempat di mana segala curahan hati bisa disampaikan dengan bebas. Tuhan tidak<br />
saja membentuk, tetapi Ia juga memberi<br />
kekuatan dan hikmat untuk melaluinya.</p>
<p>Yang kedua, menjadi teladan berarti siap untuk menjadi standar kebaikan.<br />
Dengan menjadi standar, seseorang sepertinya kehilangan &#8216;hak&#8217; untuk bersikap<br />
sedikit kurang. Ia tidak lagi bisa bersenang-senang dan menjadi sedikit kacau<br />
seperti banyak orang lainnya. Ia tidak lagi bisa sedikit nakal dan tidak<br />
mengikuti aturan. Seorang teladan harus senantiasa terlihat baik, selalu<br />
memberi dorongan yang positif terhadap semua orang yang mengelilinginya.</p>
<p>Karena tuntutan itu, kadang-kadang hal-hal menjadi tidak adil bagi sang<br />
teladan. Ia dimarahi lebih hebat daripada orang lain, padahal kesalahan yang<br />
dilakukan sama atau lebih kecil. Ia dituntut untuk kerja lebih keras, lebih<br />
lama, lebih cerdas. Ia lebih terikat dan tidak bebas dalam segala tindak<br />
tanduknya, karena setiap langkahnya adalah standar bagi orang lain. Indahnya,<br />
di saat yang sama Tuhan memberi kebebasan yang lebih besar untuk menyatakan<br />
kebenaran. Ada karunia ketika seseorang dipakai oleh Tuhan secara istimewa,<br />
seperti sebuah bejana tanah diisi emas berlian yang amat tinggi nilainya.<br />
Ketidak-adilan perlakuan itu<br />
dibayar lunas oleh anugerah besar bisa turut melakukan pekerjaan Tuhan di dunia.</p>
<p>Yang ketiga, menjadi teladan berarti siap untuk dilihat semua orang lain,<br />
diamati banyak orang. Dengan menjadi standar, nampaknya seseorang kehilangan<br />
privasinya. Ia tidak bisa melakukan sesuatu hanya bagi dirinya sendiri; semua<br />
tingkah lakunya terbuka bagi publik. Dan bukan itu saja, seorang teladan<br />
seringkali harus siap untuk diganggu setiap saat, bahkan di tengah pagi buta,<br />
ketika rumahnya digedor orang yang meminta pertolongan.</p>
<p>Dengan semua mata ini, mungkin sang teladan merasa bahwa hidupnya bukan<br />
sepenuhnya miliknya sendiri lagi. Ia kini hidup bagi banyak orang, diantara<br />
banyak orang. Seorang teladan memiliki makna diri di antara berbagai orang yang<br />
menaruh hidup meneladaninya; jika ia berhasil dan benar, ia akan membangun<br />
banyak orang. Jika ia gagal, ia akan meruntuhkan banyak orang. Dan ia tidak<br />
boleh gagal; ia harus selalu berhasil dalam setiap langkahnya. Puji Tuhan,<br />
kembali Allah memampukan diri orang-orang pilihan-Nya. Kekuatan untuk menjadi<br />
tokoh di muka berasal dari Tuhan. Semakin seseorang bergantung dan berlindung<br />
kepada<br />
Tuhan, semakin kuat pula ia menampilkan dirinya.</p>
<p>Yang keempat, menjadi teladan juga berarti siap untuk berperang melawan iblis<br />
yang berusaha merusak. Iblis tidak suka melihat ada teladan, ia mau merusakkan<br />
orang-orang pilihan Allah. Menjadi teladan berarti harus berperang melawan<br />
iblis, dalam peperangan yang panjang dan tidak ada habis-habisnya. Serangan<br />
bisa datang dalam bentuk fitnah, cemoohan,<br />
penyesatan, atau dalam berbagai bencana yang sama sekali tidak terduga.<br />
Iblis berusaha mendiskreditkan semua usaha dan kesaksian yang ditunjukkan,<br />
berusaha agar sebanyak mungkin orang tidak melihat keteladanan yang<br />
disampaikan. Untuk itu iblis mempunyai banyak cara, misalnya dengan menggunakan<br />
tipu muslihat, atau memakai ego manusia yang sombong dengan rasionya.</p>
<p>Peperangan membutuhkan kesiapan, di mana seorang teladan harus mengenakan<br />
segala perlengkapan senjata Allah. Ketopong keselamatan. Sabuk kebenaran. Zirah<br />
keadilan. Kasut penginjilan. Tameng iman. Pedang Firman. Dan karena<br />
peperangannya terus menerus, maka sedetikpun juga perlengkapan senjata Allah<br />
ini tidak boleh ditanggalkan. Sudah begitu,<br />
tidak cukup orang bisa menang perang hanya dengan mengenakan perlengkapan; ia<br />
juga harus belajar memakai semua perlengkapan itu. Gembala yang menjadi teladan<br />
harus belajar untuk membela diri, juga belajar untuk menyerang dan meruntuhkan<br />
kubu-kubu iblis.</p>
<p>Sama seperti kata Paulus, &#8220;Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan<br />
setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan<br />
akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,&#8221;<br />
demikian pula seorang teladan maju untuk memenangkan perang bagi Tuhan dan<br />
merebut jiwa-jiwa dari cengkraman<br />
iblis. Tetapi perang manapun melelahkan, termasuk perang melawan penguasa di<br />
udara. Kadang ada luka-luka jiwa, bahkan nyata dalam bentuk fisik, ketika iblis<br />
menggerakkan orang-orang untuk menganiaya orang Kristen.</p>
<p>Ketika seorang penatua atau hamba Tuhan menjadi gembala dan melalui semua<br />
tantangan ini, ia menjadi teladan yang menghidupkan. Jemaat tergerak dari dalam<br />
untuk mengikuti keteladanan, tidak perlu diperintah untuk berjalan dengan taat<br />
di jalan yang harus dilalui sampai ke tujuan akhir, yaitu mahkota kemenangan<br />
dalam Kristus. Jemaat dengan sukacita<br />
menerima segala bimbingan dan arahan; dan hardikan yang paling keras adalah<br />
saat di mana Sang Gembala mengambil alih konsekuensi kesalahan yang seharusnya<br />
ditanggung oleh domba-dombanya.</p>
<p>Ketika perjalanan panjang ini tiba pada akhirnya, kita semua bertemu dengan<br />
Gembala Agung yang sudah lebih dahulu memberikan diri-Nya untuk kita. Saat itu,<br />
dengan penuh keyakinan kita dapat menghadap Dia untuk menerima mahkota<br />
kemuliaan yang tidak dapat layu. Tidak seperti rangkaian daun yang dipakai oleh<br />
kaisar Romawi.</p>
<p>Ajaibnya, saat itu mungkin yang paling penting bagi kita bukan mahkotanya. Saat<br />
itu yang paling penting adalah penerimaan Allah, saat di mana kita bisa<br />
menikmati pengakuan yang diberikan oleh Tuhan. Tidak ada yang lebih mulia<br />
daripada TUHAN, di mana kemuliaan kita adalah bila kita dapat mengambil bagian<br />
untuk memuliakan-Nya. Itulah sukacita kita,<br />
kemuliaan kita: menjadi hamba TUHAN yang berkenan bagi-Nya.</p>
<p>Terpujilah TUHAN!</p>
<p>Ref. 2 Kor 10:5</p>
<p>sumber : http://www.mail-archive.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soniafide.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soniafide.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soniafide.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soniafide.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soniafide.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soniafide.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soniafide.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soniafide.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soniafide.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soniafide.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soniafide.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soniafide.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soniafide.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soniafide.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=137&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soniafide.wordpress.com/2010/07/14/gembala-teladan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72e51abc90d01704c10ce31768f1a7ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soniafide</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SMS DAN RENUNGAN NATAL</title>
		<link>http://soniafide.wordpress.com/2009/12/05/sms-dan-renungan-natal/</link>
		<comments>http://soniafide.wordpress.com/2009/12/05/sms-dan-renungan-natal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 03:55:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soniafide</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Natal]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[sms]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soniafide.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[SMS Natal dan Renungan Natal dibawah ini kiranya bisa membantu mempersiapkan hati dan pikiran kita menyambut hari Natal dan tahun baru. SMS dan Renungan Natal juga merupakan sebagian sukacita yang bisa kita dapatkan selain kado-kado Natal yang kita dapat. Hakekat dan arti Natal sendiri yang sesungguhnya adalah berbagi. Berbagi sukacita, berbagi Damai sejahtera, berbagi motivasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=130&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">SMS Natal dan Renungan Natal dibawah ini kiranya bisa membantu mempersiapkan hati dan pikiran kita menyambut hari Natal dan tahun baru. SMS dan Renungan Natal juga merupakan sebagian sukacita yang bisa kita dapatkan selain kado-kado Natal yang kita dapat. Hakekat dan arti Natal sendiri yang sesungguhnya adalah berbagi. Berbagi sukacita, berbagi Damai sejahtera, berbagi motivasi dll. Natal bukanlah pesta, Natal bukanlah kemewahan, Natal bukanlah sekedar menyanyikan Lagu Natal, namun Natal adalah sebuah Renungan tentang kesederhanaan, keterbatasan dan penderitaan. Sukacita Natal bisa kita bagi lewat SMS dan renungan yang kita miliki. Jangan batasi pengetahuan Natal kita hanya sebatas Santa Claus baik hati yang suka bawa karung goni berisi Hadiah Natal buat anak2 kecil yang dilarang menangis saat bertemu dengannya. Jangan batasi pula dengan dekorasi Natal yang serba glamour. Kembalikan hati dan pikiran kita kepada sejarah Natal yang penuh ancaman dibalik penderitaan pembunuhan bayi pada waktu itu. Namun dibalik semua penderitaan tersebut ada harapan akan masa depan. Masa depan yang tak kan pernah suram. SMS natal dan Renungan Natal kiranya bisa memberi arti dibanding terus menyibukkan diri dengan berburu Ramalan Tahun 2010.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut Kumpulan SMS Natal dan Renungan Natal:<br />
<span id="more-130"></span><br />
Buka HATI ada damai. Buka MATA ada terang. Buka KASIH ada sukacita. Buka SMS ada ucapan SELAMAT HARI NATAL &amp; TAHUN BARU 200x. TUHAN MEMBERKATI</p>
<p>Semoga Terang Natal akan tinggal di Hati kita dan menjadi terang bagi keluarga. Serta sesama. Selamat Natal dan Tahun Baru.</p>
<p>I am sorry for being late in sending you a very best wishes of Christmas. But i believe that Jesus Christ who was born newly in our heart, never be late in giving His blessings and graces to each of us especially to you who love and serve HIM. MERRY CHRISTMAS</p>
<p>Sugeng wiyosan dalem sang Kristus tuwin warsa enggal. Mugi berkah dalem Gusti tansah lumeber dumateng panjenengan sakeluarganipun.</p>
<p>Selamat Natal, moga damai dan kasih Yesus memenuhi kita semua beserta seluruh umat manusia. Gloria in exelsis Deo</p>
<p><!-- Begin: KlikSaya.com --><!-- End: KlikSaya.com --></p>
<p style="text-align:justify;">Selamat hari natal n tahun baru. Semoga rahmat dan damai Bayi Natal dilimpahkan di tengah keluarga, karya dan dalam pelayanan</p>
<p>Merry christmas, may Jesus always with U &amp; family.</p>
<p>Bahagia di hati, saat dengar lonceng berdentang tanda hari Natal telah tiba. Gloria in exelcis Deo! Damai di bumi, damai di hati. Merry Merry Christmas.</p>
<p>Lonceng berbunyi, kita bernyanyi, sambut sang Raja sgala raja. Selamat Natal</p>
<p>Ane punya kabar, ada baby usia 2000th lebih. Kasian banget lo, lahir kagak di RS bersalin, eh di kandang yang bau punya domba. Tapi Dia emang sengaja kagak mau lahir di RS bersalin.. Dia pengin banget lahir di hati kita.. Happy birthday, Jesus! Merry Christmas and Happy New Year GBU</p>
<p>Mari kita menjadi pembawa cinta kasih, damai dan terang bagi dunia. Selamat Natal, semoga kehidupan kita dan keluarga selalu dipenuhi dengan cinta dan damai.</p>
<p>Ditepi palungan-Mu ya Tuhan kami bertelut<br />
Menyatu dengan Maria dan Yusuf<br />
Kami mengaku tentang keluarga kami<br />
yang tenggelam dalam polusi jaman ini<br />
Kami kerap mampu cukupkan materi<br />
Tapi Lupa memberi cinta kasih</p>
<p>Ditepi palungan-Mu ya Tuhan kami bertelut<br />
Menyatu dengan para gembala<br />
Kami sering menyerah pada roh ketakutan<br />
kami takut suarakan Kebenaran<br />
kami takut hadirkan Kasih-Mu didunia<br />
kami takut kurus bila menempuh jalan lurus</p>
<p>Ditepi palungan-Mu ya Tuhan kami bertelut<br />
menyatu dengan para Majus<br />
Kami hanyut dalam mengejar pengetahuan<br />
hingga kesampingkan moral dan etika Kristen<br />
Kami mendewakan keinginan sesaat<br />
hingga lupa minta petunjuk arah</p>
<p>Beri kami pengampunan ya Tuhan<br />
Agar kami siap menyambut kedatangan<br />
Sang Juru Slamat, Kristus Tuhan<br />
didalam hati Kami</p>
<p>Kiranya SMS-SMS Natal dan Renungan Natal ini bisa semakin memperkuat jalinan Kasih persaudaraan kita kepada sesama ditengah2 sukacita Natal yang saat ini sedang kita rasakan. Selamat berkirim SMS-SMS Natal ditengah semua Renungan Natal kita saat ini kita pahami masing-masing. Tuhan memberkati.</p>
<p><span style="color:#ff6600;">SUMBER :<br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">http://achiles-punyablog.blogspot.com/2008/12/sms-renungan-natal.html</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soniafide.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soniafide.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soniafide.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soniafide.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soniafide.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soniafide.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soniafide.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soniafide.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soniafide.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soniafide.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soniafide.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soniafide.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soniafide.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soniafide.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=130&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soniafide.wordpress.com/2009/12/05/sms-dan-renungan-natal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72e51abc90d01704c10ce31768f1a7ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soniafide</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>F.A. DI KEDIAMAN KEL. TANGKILISAN-SIAMAN</title>
		<link>http://soniafide.wordpress.com/2009/11/21/f-a-di-kediaman-kel-tangkilisan-siaman-2/</link>
		<comments>http://soniafide.wordpress.com/2009/11/21/f-a-di-kediaman-kel-tangkilisan-siaman-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 15:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soniafide</dc:creator>
				<category><![CDATA[FA GIDEON]]></category>
		<category><![CDATA[Bethany]]></category>
		<category><![CDATA[Family Altar]]></category>
		<category><![CDATA[gideon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soniafide.wordpress.com/2009/11/21/f-a-di-kediaman-kel-tangkilisan-siaman/</guid>
		<description><![CDATA[FAMILY ALTAR Rabu, 18 November 2009 Pelayan Firman : Sdr. Herling Pemimpin Pujian : Imelda Wotulo Sumber Kesaksian: Bpk. Kristian Pendoa Syafaat : Bpk. Kristian Kolektan : Ibu. Yohana<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=123&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://soniafide.files.wordpress.com/2009/11/worship1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-117" title="worship" src="http://soniafide.files.wordpress.com/2009/11/worship1.jpg?w=404&#038;h=404" alt="" width="404" height="404" /></a><br />
<a href="http://soniafide.files.wordpress.com/2009/11/praise1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-118" title="praise" src="http://soniafide.files.wordpress.com/2009/11/praise1.jpg?w=404&#038;h=404" alt="" width="404" height="404" /></a><br />
<a href="http://soniafide.files.wordpress.com/2009/11/pelayananfirman1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-119" title="pelayananfirman" src="http://soniafide.files.wordpress.com/2009/11/pelayananfirman1.jpg?w=404&#038;h=404" alt="" width="404" height="404" /></a><br />
<a href="http://soniafide.files.wordpress.com/2009/11/doa-syafaat.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-120" title="doa syafaat" src="http://soniafide.files.wordpress.com/2009/11/doa-syafaat.jpg?w=404&#038;h=404" alt="" width="404" height="404" /></a><br />
<a href="http://soniafide.files.wordpress.com/2009/11/doamakan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-121" title="doamakan" src="http://soniafide.files.wordpress.com/2009/11/doamakan.jpg?w=404&#038;h=404" alt="" width="404" height="404" /></a><br />
<a href="http://soniafide.files.wordpress.com/2009/11/makan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-122" title="makan" src="http://soniafide.files.wordpress.com/2009/11/makan.jpg?w=404&#038;h=404" alt="" width="404" height="404" /></a></p>
<p>FAMILY ALTAR<br />
Rabu, 18 November 2009</p>
<p>Pelayan Firman    : Sdr. Herling<br />
Pemimpin Pujian   : Imelda Wotulo<br />
Sumber Kesaksian: Bpk. Kristian<br />
Pendoa Syafaat   : Bpk. Kristian<br />
Kolektan             : Ibu. Yohana</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soniafide.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soniafide.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soniafide.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soniafide.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soniafide.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soniafide.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soniafide.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soniafide.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soniafide.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soniafide.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soniafide.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soniafide.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soniafide.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soniafide.wordpress.com/123/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=123&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soniafide.wordpress.com/2009/11/21/f-a-di-kediaman-kel-tangkilisan-siaman-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72e51abc90d01704c10ce31768f1a7ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soniafide</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soniafide.files.wordpress.com/2009/11/worship1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">worship</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soniafide.files.wordpress.com/2009/11/praise1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">praise</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soniafide.files.wordpress.com/2009/11/pelayananfirman1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pelayananfirman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soniafide.files.wordpress.com/2009/11/doa-syafaat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">doa syafaat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soniafide.files.wordpress.com/2009/11/doamakan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">doamakan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soniafide.files.wordpress.com/2009/11/makan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">makan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Enam Macam Jemaat</title>
		<link>http://soniafide.wordpress.com/2009/11/17/enam-macam-jemaat/</link>
		<comments>http://soniafide.wordpress.com/2009/11/17/enam-macam-jemaat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 07:45:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soniafide</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[gereja]]></category>
		<category><![CDATA[jemaat]]></category>
		<category><![CDATA[survei]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soniafide.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Menurut hasil survei orang yang kurang kerjaan, ternyata di setiap gereja terdapat 6 macam jemaat. Inilah ke 6 macam jemaat itu, berurutan dari yang paling baik &#8230;. JEMAAT PENYANGGA &#8212; Jemaat yang datang dan menyembah secara teratur, memberikan waktu, tenaga, pikiran, dan uang. JEMAAT SPESIAL &#8212; Menolong gereja bila dibutuhkan, tetapi belum tentu ia ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=110&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Menurut hasil survei orang yang kurang kerjaan, ternyata di setiap gereja terdapat 6 macam jemaat. Inilah ke 6 macam jemaat itu, berurutan dari yang paling baik &#8230;. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-110"></span></p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">JEMAAT     PENYANGGA &#8212; Jemaat yang datang dan menyembah secara teratur, memberikan waktu,     tenaga, pikiran, dan uang.</li>
<li style="text-align:justify;">JEMAAT SPESIAL     &#8212; Menolong gereja bila dibutuhkan, tetapi belum tentu ia ke gereja.</li>
<li style="text-align:justify;"> JEMAAT BUTUH &#8212; Hanya datang saat di baptis, pemberkatan nikah dan upacara kematian (bisa sebagai yang di-upacarai ataupun yang mengadakan upacara ).</li>
<li style="text-align:justify;"> JEMAAT TAHUNAN     &#8212; Hanya muncul pada saat Paskah dan Natal untuk memastikan apakah gereja-nya     masih ada di situ.</li>
<li style="text-align:justify;"> JEMAAT SPONS &#8212; Jemaat yang menyerap semua berkat dan fasilitas yang disediakan gereja tanpa mau memberikan-nya kembali.</li>
<li style="text-align:justify;"> JEMAAT PERUSAK     &#8212; Tukang berantem dan tukang kritik, termasuk yang membaca humor ini yang     merasa tersinggung <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; (<a href="http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=Mazmur%20139:23">Mazmur 139:23</a>)</em></p>
<p><em>SUMBER:</em></p>
<p>http://www.sabda.org</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soniafide.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soniafide.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soniafide.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soniafide.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soniafide.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soniafide.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soniafide.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soniafide.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soniafide.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soniafide.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soniafide.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soniafide.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soniafide.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soniafide.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=110&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soniafide.wordpress.com/2009/11/17/enam-macam-jemaat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72e51abc90d01704c10ce31768f1a7ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soniafide</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Natasha Skin Care</title>
		<link>http://soniafide.wordpress.com/2009/11/17/natasha-skin-care/</link>
		<comments>http://soniafide.wordpress.com/2009/11/17/natasha-skin-care/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 07:28:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>soniafide</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[firman]]></category>
		<category><![CDATA[menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soniafide.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: &#8220;Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.&#8221; (Mrk. 1:40) Cepat menyerah adalah sikap yang mudah kita temui di masyarakat akhir-akhir ini. Ujung-ujungnya, tidak kuat dan berakhir dengan bunuh diri. Tetapi tidak demikian dengan dr. Fredi Setyawan. Pendiri dan pengusaha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=107&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: &#8220;Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.&#8221; (Mrk. 1:40)</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-107"></span></p>
<p>Cepat menyerah adalah sikap yang mudah kita temui di masyarakat akhir-akhir ini. Ujung-ujungnya, tidak kuat dan berakhir  dengan bunuh diri. Tetapi tidak demikian dengan dr. Fredi Setyawan. Pendiri dan pengusaha Natasha Skin Care ini merintis usahanya dari nol. Awalnya Fredi bekerja di sebuah puskesmas di Klaten—Jawa Tengah. Lalu, suatu saat, istrinya ingin melakukan perawatan kulit. Tetapi, betapa kagetnya mereka. Ternyata biaya yang dibutuhkan untuk perawatan sangat besar. Bagi mereka, biaya itu terlalu tinggi. Karena itu, ia terinspirasi membuat kirim untuk perawatan kulit. Ketika mulai memasarkan krim produknya, banyak orang menolak. Ia memasarkan ke toko-toko, namun pasar belum menyerapnya. Kesan yang didapat, masa depan produk itu tidak bertahan lama. Untunglah ia punya karakter pantang menyerah. Semakin ditolak, ia semakin belajar untuk membuat krim yang lebih baik. Sementara orang lain terlelap di balik hangatnya selimut, dr. Fredi terus belajar. Dan, ketekunannya membuahkan hasil spektakuler. Februari 2008, tercatat 36 cabang Natasha Skin Care tersebar di seluruh nusantara. Jumlah itu tentu akan terus bertambah seiring naiknya respons pasar.</p>
<p>Hari ini, firman Tuhan mengingatkan kita tentang seorang kusta yang namanya tidak disebut dalam Alkitab. Pada zaman itu, orang yang menderita kusta pasti dikucilkan. Termasuk oleh orang-orang terdekatnya. Penyakit kusta identik dengan kutukan Allah. Akibatnya penderita tidak dianggap dalam lingkungan sosialnya. Orang yang sudah dinyatakan kusta oleh iman, harus siap menerima konsekuensi negatif. Namun, penderita kusta yang kita baca dalam ayat di atas sungguh luar biasa. Mengapa disebut luar biasa? Karena ia berani bangkit dari keterpurukannya. Ia datang kepada Yesus. Bayangkan! Mata semua orang tertuju kepadanya. Ia seorang yang sudah divonis najis tiba-tiba menghampiri sang Guru Agung—Yesus Kristus Tuhan. Lalu, apa yang terjadi? Tuhan Yesus pun bereaksi. Yesus bersedia menahirkan orang itu. Ia sembuh. Ia dibebaskan dari segala penderitaan yang demikian menindih. Bagaimana hal itu terjadi? Berawal dari karakter pantang menyerah!</p>
<p>Kita hidup di zaman yang semakin sukar. Jika semangat juang lemah, kita akan digilas oleh krisis. Namun, jika punya semangat baja semua masalah dapat diatasi. Masalah pekerjaan, keluarga dan segudang masalah lain mampu kita atasi bersama Tuhan.</p>
<p>Karena itu, bagi anak-anak Tuhan, tak ada sikap cepat menyerah. Bersama Tuhan kita bisa. Bukankah begitu?</p>
<p>Tidak Cepat Menyerah Sikap Seorang Pemenang</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">SUMBER :</p>
<p>http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2008/12/kisah-sukses-natasha-skin-care.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soniafide.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soniafide.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soniafide.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soniafide.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soniafide.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soniafide.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soniafide.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soniafide.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soniafide.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soniafide.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soniafide.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soniafide.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soniafide.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soniafide.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soniafide.wordpress.com&amp;blog=2691293&amp;post=107&amp;subd=soniafide&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soniafide.wordpress.com/2009/11/17/natasha-skin-care/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72e51abc90d01704c10ce31768f1a7ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">soniafide</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
